Saya tidak berani analisa. Ini hanya tebak-tebakan.
Saya hanya seorang wartawan jalanan yang sudah terlalu lama menulis. Dari Lombok Post Biro Bima, Jawa Pos Group / JPNN 1991-2009, cuti di luar tanggungan 2009-2014, dua periode di DPRD Kabupaten Bima 2009-2019. Sejak 2019 saya istirahat dari panggung politik.
Di usia 64 tahun 3 bulan 6 hari ini, saya malu mau kembali aktif di koran cetak. Koran kalah cepat dengan media online yang siaran langsung. Makanya saya ikut di http://donggonews.com yang kini jadi http://Donggovoice.com.
Kegiatan saya sekarang hanya ini: tangan bergerak sendiri menulis opini atau berita sesuai perkembangan. Tebak-tebakan saja. Jika benar, beruntung. Bila salah, saya pun tidak dirugikan. Menulis sudah jadi tradisi, hobi saya.
Tebak-tebakan pertama: Soal ijazah.
Isu ijazah Jokowi dua tahun, disusul ijazah Gibran. Presiden Prabowo adem-adem saja, seakan tidak ada yang terjadi di mata beliau. Publik menyerang, kenapa negara tidak ikut campur.
Tebak-tebakan saya: Presiden sengaja diam. Biar hukum yang bekerja, bukan kekuasaan. Makanya semua ditaruh di MK malam ini jam 20.00 WIB, bertepatan final FIFA. Biar hakim yang putuskan, bukan Istana.
Tebak-tebakan kedua: Ganti Kapolri dan resufel. l
Publik minta Kapolri dan Panglima diganti karena lama menjabat. Resufel kabinet terjadi, publik tidak puas. Lalu 1 Oktober Kapolri benar diganti. Kapolri baru langsung lucuti Kapolda dan pejabat penting. Mantan Kapolri ke KSP, mantan menteri ke Wantimpres.
Tebak-tebakan saya: Ini cuci gudang. Agar Polri steril saat putusan panas dibacakan. Makanya pengawalan sidang MK kali ini hanya Polri, TNI kembali ke barak. Mungkin belajar dari pengalaman sebelumnya.
Tebak-tebakan ketiga: 5 Oktober dan 204 satuan baru.
Tanggal 5 Oktober HUT TNI ke-81, Presiden resmikan 204 satuan baru. Bukan hanya batalyon. Di dalamnya ada 6 Kodam baru, 30 Brigade Teritorial Pembangunan, 150 Batalyon Teritorial Pembangunan. Salah satunya Kodam XXX/Rinambora di NTB, tempat kita di Bima bernaung. Pangdamnya Mayjen TNI Edi Saputra.
Usai upacara ada kejanggalan, tidak saling salaman pada orang tertentu. Di lain pihak Presiden naikkan gaji TNI, pengadaan batalyon dan Alutsista untuk penguatan pertahanan, koruptor digulung.
Tebak-tebakan saya: Negara sedang memperkuat TNI secara besar-besaran, tapi dengan batas yang jelas: TNI kuat di pertahanan, tapi tidak untuk urusan sipil. TNI kembali ke barak. Itu pesan dari gaji naik dan Kodam baru, tapi pengamanan MK diserahkan ke Polri.
Tebak-tebakan terakhir: Kenapa jam 8 malam?
Putusan MK jam 20.00 WIB itu untuk hindari konsentrasi. Malam hari tidak boleh demo. Ditambah final bola, perhatian terbelah. Putusan panas butuh ruang dingin.
Jadi sinyal apa buat Indonesia?
Tebak-tebakan saya: Negara sedang pindah dari kegaduhan orang, ke ketertiban institusi. Ijazah urusan MK, keamanan urusan Polri yang baru, pertahanan urusan TNI dengan Kodam Rinambora.
Sudah, itu saja tebak-tebakan saya.
Penulis adalah Wartawan Lombok Post Biro Bima (JPNN/Jawa Pos Group) 1991-2009, Anggota DPRD Kab. Bima 2009-2019, Pemimpin Redaksi http://Donggovoice.com (dulu http://Donggonews.com). Usia 64 tahun.
