Amiruddin ketua LRB MDMC MUHAMADIYAH KABUPATEN BIMA NTB
Ama Nafirah Doudonggo, Amiruddin Amir
Wahai saudaraku, dengarlah jeritan bumi,
Dengarlah tangisan alam yang semakin sunyi.
Di tanah Bima, Dompu, dan Sumbawa,
Di bumi NTB yang dahulu hijau dan penuh pesona,
Kini kita diajak membuka mata,
Merenungi bencana yang datang menyapa.
Bukit-bukit yang dahulu menghijau,
Kini gersang, meranggas, dan mulai risau.
Pohon-pohon tumbang tanpa belas kasihan,
Siapa yang menanam kembali?
Siapa yang menjaga bumi ini?
Siapa yang akan bertanggung jawab
Ketika alam kehilangan tempat untuk bernapas?
Wahai manusia, ke mana perginya nurani?
Dahulu mata air mengalir jernih,
Menjadi kehidupan bagi desa dan dusun.
Air diminum manusia, ternak, dan satwa,
Tanah disirami, sawah tumbuh subur menghijau.
Namun kini sumber air semakin sulit ditemukan,
Sungai menyusut, tanah kehilangan kelembapan.
Saat kemarau datang membawa panas,
Kita mencari air dengan hati cemas.
Hewan-hewan pun berjalan ke sana kemari,
Mencari seteguk air di bawah terik mentari.
Mereka tidak bisa berbicara seperti manusia,
Namun dahaga mereka adalah jeritan kehidupan.
Siapa yang mendengar?
Siapa yang peduli?
Bukankah mereka juga makhluk ciptaan Ilahi?
Astaghfirullahal'adzim…
Apakah ini tanda kiamat telah mendekat?
Ataukah peringatan agar manusia segera berbenah?
Apakah ini ujian dari Allah Yang Maha Kuasa,
Ataukah akibat keserakahan dan kelalaian kita?
Kita tidak boleh tergesa-gesa menghakimi,
Sebab rahasia Allah tak mampu kita ketahui.
Namun bukankah kita diberi akal dan hati,
Untuk menjaga bumi, bukan merusak dan menguasai?
Allah Maha Pengasih,
Allah Maha Penyayang.
Tetapi jangan jadikan kasih sayang-Nya
Sebagai alasan untuk terus berbuat kerusakan.
Jangan menunggu bencana semakin membesar,
Barulah kita menangis dan sadar.
Wahai pemegang jabatan, wahai penentu kebijakan,
Dengarkan suara rakyat yang mendambakan keadilan!
Jangan biarkan hukum kehilangan arah,
Jangan biarkan kepercayaan rakyat semakin punah.
Jika hutan dirusak, usutlah dengan terang.
Jika aturan dilanggar, tegakkanlah dengan tegas.
Jangan hukum hanya tajam ke bawah,
Sementara pelanggaran lain dibiarkan tanpa kejelasan.
Penegakan hukum jangan setengah hati,
Keadilan jangan berhenti pada janji.
Rakyat membutuhkan bukti, bukan sekadar kata,
Kepastian hukum yang melindungi semua.
Sebab ketika kepercayaan hilang dari dada,
Keresahan tumbuh, perselisihan merajalela.
Jalan-jalan diblokir, suara rakyat membara,
Konflik sosial tumbuh ketika masalah tak kunjung terurai.
Namun wahai saudaraku, jangan saling membenci,
Jangan biarkan amarah melukai negeri.
Mari buka ruang dialog dan musyawarah,
Cari jalan damai dengan hati yang tabah.
Sampaikan tuntutan dengan cara bermartabat,
Agar keadilan tercapai tanpa menambah mudarat.
Lihatlah zaman yang penuh kegelisahan,
Pembunuhan, pemerkosaan, dan kekerasan.
Judi online merenggut harta dan harapan,
Narkoba merusak masa depan generasi penerus bangsa.
Perzinaan, perselingkuhan, pencurian, dan korupsi,
Menjadi bahan renungan tentang rusaknya hati nurani.
Kejahatan bukan sekadar berita yang berlalu,
Ada keluarga yang menangis, ada masa depan yang terganggu.
Namun jangan hanya menunjuk orang lain,
Sebelum bercermin pada diri sendiri.
Adakah amanah yang kita khianati?
Adakah hak sesama yang kita sakiti?
Adakah alam yang kita rusak tanpa peduli?
Adakah kebenaran yang kita diamkan hari demi hari?
Inilah saatnya kita merenung dan memperbaiki diri.
Wahai manusia, ingatlah kematian!
Harta, jabatan, pangkat, dan kekayaan,
Tak akan ikut masuk ke liang kuburan.
Rumah megah akan ditinggalkan,
Kendaraan mewah akan menjadi kenangan,
Pujian manusia akan berhenti terdengar,
Dan tubuh kembali kepada tanah yang terbentang.
Kain kafan menjadi pakaian terakhir,
Tak ada saku untuk membawa harta yang berlimpah.
Yang kita tinggalkan adalah jejak perbuatan,
Yang kita harapkan adalah rahmat dan ampunan Tuhan.
Maka untuk apa keserakahan dipertahankan,
Jika akhirnya semua akan kita tinggalkan?
Allahu Akbar! Allahu Akbar!
Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih,
Ampunilah dosa kami yang sering lalai.
Kami merusak bumi yang Engkau titipkan,
Kami mengejar dunia, melupakan tanggung jawab.
Kami sering menuntut keadilan,
Namun lupa berlaku adil kepada sesama.
Kami menginginkan air yang berlimpah,
Namun terkadang membiarkan hutan kehilangan penjaganya.
Ya Allah, lindungilah Bima, Dompu, dan Sumbawa,
Lindungilah seluruh masyarakat NTB dan Indonesia.
Jauhkan kami dari kekeringan yang membinasakan,
Dari kebakaran hutan dan bencana yang mengancam kehidupan.
Jauhkan kami dari permusuhan dan pertumpahan darah,
Dari kezaliman, korupsi, dan segala perbuatan salah.
Berikanlah hujan yang membawa manfaat,
Tumbuhkanlah kembali hutan yang telah gundul.
Pulihkanlah mata air, suburkanlah tanah,
Dan ajarkan kami menjaga alam dengan amanah.
Namun ya Allah, tuntunlah kami untuk berikhtiar,
Sebab doa harus disertai tindakan yang benar.
Bukan hanya berdoa ketika bencana melanda,
Tetapi menjaga alam sebelum semuanya sirna.
Mari menanam pohon di bukit dan pegunungan,
Menjaga hutan dari pembalakan dan pembakaran.
Melindungi mata air, sungai, dan kawasan resapan,
Menghemat air dan memulihkan lingkungan.
Mari bergandeng tangan, bukan saling menyalahkan,
Membangun desa dengan kepedulian dan ketulusan.
Wahai pemerintah, jalankan amanah dengan benar!
Wahai aparat, tegakkan hukum secara adil dan tegas!
Wahai masyarakat, jagalah alam dan persaudaraan!
Wahai generasi muda, jangan wariskan kerusakan!
Wahai para pemilik modal, jangan hanya mengejar keuntungan,
Ingatlah keselamatan manusia dan kelestarian lingkungan!
Jangan tunggu hutan habis untuk mulai menanam.
Jangan tunggu mata air hilang untuk menghemat air.
Jangan tunggu konflik pecah untuk belajar berdamai.
Jangan tunggu bencana datang untuk memperbaiki diri.
Innalillahi wa inna ilaihi raji'un…Segala sesuatu berasal dari Allah dan kepada-Nya kita kembali.
Na'udzubillahi min dzalik…Semoga kita dijauhkan dari keburukan dan segala marabahaya.
Apakah kiamat sudah datang?
Kita tidak mengetahui kapan waktunya. Namun kehancuran hutan dapat kita lihat, Kekeringan dapat kita rasakan,bKetidakadilan dapat kita perjuangkan, Dan kerusakan dapat kita cegah bersama.
Jika bukan kita yang menjaga bumi, Siapa lagi yang akan melindungi kehidupan?
Jika bukan hari ini kita bertobat dan berbenah,
Kapan lagi kita akan berubah?
Bumi bukan warisan untuk dihabiskan,bMelainkan amanah untuk dijaga dan diteruskan.
Ya Allah, selamatkan negeri kami.
Lindungi rakyat, hutan, air, dan seluruh makhluk-Mu.
Jadikan kami manusia yang bertobat, Pemimpin yang amanah, Penegak hukum yang adil, Dan masyarakat yang saling mengasihi.
Astaghfirullahal'adzim. Allahu Akbar.
Semoga Bima, Dompu, Sumbawa, NTB, dan seluruh Indonesia senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT.
Amin ya Rabbal 'alamin.

