Sebelum ke Kelas, Calon Guru di Bima Belajar Mengajarkan Numerasi

Pembekalan berlangsung tiga hari dan diikuti 482 mahasiswa dari enam program studi. Dua hari pertama diisi persiapan umum PPL-PLP. Hari ketiga dikhususkan untuk numerasi bersama fasilitator Program INOVASI, diikuti 100 mahasiswa dalam empat ruangan sejak pukul 09.30 hingga 16.00 WITA, didampingi delapan tim fasilitator.

Perwakilan Program INOVASI, Rafiudin, menyebut INOVASI sebagai program kemitraan Australia di bidang pendidikan. "Kegiatan pembekalan PPL khusus numersi untuk menyasar SD Prioritas ini merupakan salah satu rencana aksi yang disepakati oleh para pimpinan mitra melalui rapat kerja kabupaten/DPM awal Oktober lalu, yaitu pimpinan Bappeda, Dinas Dikbudpora, Kepala Kantor kemenag, Ketua STKIP Tamsis (Taman Siswa Bima, red), BPMP NTB dan Program Inovasi yang tertuang dalam Berta Acara kesepatan".

Bagi kampus, pembekalan ini dipandang sebagai bagian dari tahapan yang tidak bisa dilewati. Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STKIP Taman Siswa Bima, Dr. Nanang Diana, M.Pd., mengatakan kegiatan hasil kolaborasi kampus, INOVASI, dan Pemerintah Kabupaten Bima itu menjadi langkah strategis menyiapkan calon guru. Persiapan itu mencakup keterampilan sekaligus kebutuhan nyata di sekolah.

”Mahasiswa kami lebih siap dan memiliki pengalaman serta kesiapan dalam mengajar dan menerapkan media pembelajaran yang tepat, terutama pada sekolah-sekolah prioritas,” ujarnya.

Sekolah yang dimaksud berjumlah 18 dan ditetapkan sebagai sekolah prioritas Kabupaten Bima. Di sanalah para mahasiswa akan menjalani praktik.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bima, Hariman, S.E., M.Si., yang membuka sesi hari ketiga, menilai numerasi perlu terus diperkuat dalam dunia pendidikan. Ia menyebut kemampuan itu sebagai pemicu agar daerah mampu bersaing. Menurut dia, Bima harus membangun lebih cepat dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Hariman juga menyebut PPL sebagai tugas mulia karena berkaitan dengan mencerdaskan manusia. ”Yang terpenting, bagaimana cara mengajar kita agar mudah dipahami,” katanya. Ia menambahkan, Bappeda mulai membahas agar seluruh sarjana mendapat ruang untuk mengabdi.

Harapan lain datang dari Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bima, Drs. H. Faturrahman, M.Pd. Ia berharap penempatan PPL menyasar sekolah pelosok yang selama ini kurang tersentuh. Kehadiran mahasiswa, menurut dia, dapat memotivasi siswa melalui cara mengajar yang berubah dari biasa menjadi luar biasa. Ia mengingatkan para mahasiswa agar menyiapkan diri sebaik-baiknya.

Dengan berakhirnya pembekalan ini, mahasiswa dinyatakan siap diterjunkan ke sekolah mitra untuk menjalankan PPL-PLP 2026. DVc, Fiq

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama