DONGGOVOICE.com I Soromandi Bima,191026 - Sejumlah guru Paruh Waktu ( PW ) di SMPN 2 Soromandi melakukan Penyegelan sekolah setempat, alasan mereka bahwa kepala sekolah tidak memberikan nilai E-Kinerja pada sejumlah guru PW tersebut. Mereka Menilai kinerja dari Kepala Sekolah tidak mencerminkan seorang pemimpin yang bijak sehingga mengabaikan nasib anak buah. Dan hal itu dinilai akibat kelalaian kepala sekolah lama Dedy Maryono. S. Pd bersikap Apatis, terhadap Nasib Guru-guru PW karena tidak memberikan Nilai E Kinerja Dan akibat dari semua itu, hari ini Sekolah tersebut di Segel."Penyegelan ini tentunya memiliki Dasar Hukum yang jelas, dimana E-Kinerja Guru tersebut, masih dinilai oleh Eks Kepala Sekolah yang baru saja di Mutasi/Rotasi oleh Bupati Bima beberapa Bulan lalu. Maka Puluhan Guru SMPN 2 Soromandi merasa sangat keberatan terhadap Eks Kepala SMPN 2 Soromandi, Dedy Maryono., S.Pd yang terkesan tidak mau menilai Kinerja kami sehingga kami mengalami Nasib buruk dan berakibat tidak dapat melanjutkan Karier ke jenjang selanjutnya seperti mendaftarkan diri sebagai Guru PW Full Waktu dan lainnya." Kata mereka.
Kepala SMPN 2 Soromandi, Suherman,S.Pd., M.Pd saat dikonfirmasi wartawan mengatakan bahwa Peristiwa Penyegelan Sekolah tersebut benar terjadi di SMPN 2 Soromandi, Desa Sai Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima. Senin 19/10/2026 pukul: 06.30 wita." Kata Suherman.
Penyegelan itu, lanjut Suherman, "Bukan tidak memiliki dasar Hukum yang jelas, ini semua karena Eks Kepala Sekolah Dedy Maryono.,S.Pd. sampai hari ini belum ada menilai Kinerja para Guru dan Tendik yang ada di SMPN 2 Soromandi saat ini." Lanjut Suherman alias Jo.
Lebih jauh Suherman, M. Pd. menjelaskan "Terkait dengan laporan kami ke Kepala Dinas Dikpora Kab.Bima sudah dua pekan, terkait masalah Dana Bos yang diduga Raib oleh Eks Kepala SMPN 2 Soromandi. Juga, kami laporkan tentang Penilaian Kinerja Guru. Dan Kami merasa sangat keberatan sekali dengan sikap dari Saudara Dedy Maryono yang terkesan mencoreng nama baik di Dunia Pendidikan dewasa ini Sehingga Para Guru dan Siswa Melakukan Penyegelan Sekolah hari ini." Ungkap Suherman menjelaskan
Sekali lagi, kami tegaskan kepada Saudara Dedy Maryono agar kooperatif untuk mengikuti Petunjuk Teknik sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, jadi harus memiliki jiwa besar untuk memperbaiki diri dan kinerja bagi guru. Tegasnya
Disisi lainnya, kami masih menunggu Konfirmasi dari Eks Kepala SMPN 2, KUPT Dikbudpora Soromandi dan Kadis Dikpora Kab Bima.
Sementara itu, salah satuTokoh Masyarakat Desa Sai Soromandi Menyayangkan sikap Eks Kepala SMPN 2 Soromandi itu yang tidak mau menilai Kinerja Guru tersebut sehingga Sekolah menjadi Sasaran. Ungkap tokoh masyarakat yang namanya enggan dipublikasikan.
Disisi lainnya, kami masih menunggu Konfirmasi dari Eks Kepala SMPN 2, KUPT Dikbudpora Soromandi dan Kadis Dikpora Kab Bima. Reporter Biro Bima, Sarujin
