Menunggu itu paling berat. Apalagi menunggu yang tidak pasti seperti SK mutasi, promosi, atau keputusan pimpinan.Kalau menunggu dengan diam saja, yang datang bukan SK, tapi stres, asam lambung, dan gosip.
Ini 7 cara agar saat menunggu tetap produktif:
1.Ganti Mindset: Dari "Menunggu" Jadi "Mengisi".
Jangan bilang: "Saya lagi menunggu mutasi."
Bilang: "Saya lagi mengisi waktu sebelum mutasi."
Bedanya tipis, dampaknya besar. Otak yang menunggu itu pasif. Otak yang mengisi itu aktif.
2.Pakai Rumus 3 Keranjang.
Bagi harimu jadi 3 keranjang:
Keranjang A - Wajib (40%):
Tugas utama di kantor sekarang. Kerjakan tetap 100%. Jangan kendor. Ini menjaga pamor dan nama baik kita.
Keranjang B - Tumbuh (30%):
Belajar skill baru yang berguna di tempat baru nanti. Contoh:
- Menunggu promosi jadi Kabid? Belajar Excel, analisis data, public speaking.
- Menunggu pindah ke kecamatan? Belajar mediasi konflik warga.
- 1 jam sehari saja cukup.
Keranjang C - Berbuah (30%):
Buat karya kecil yang terlihat. Tulis artikel, bantu UMKM desa, buat taman di kantor, bimbing anak magang. Ini jadi portofolio bahwa saat menunggu pun kamu berbuah, bukan mengeluh.
3.Buat "Proyek 30 Hari Menunggu".
Daripada hitung hari, buat proyek 30 hari:
Contoh: "30 Hari Menunggu SK - Saya akan rapikan semua arsip bidang saya, sehingga siapa pun pengganti saya nanti mudah lanjutkan."
Atau: "30 Hari Menunggu - Saya akan hafal 10 ayat dan bantu 5 warga urus surat."
Ada target, menunggu jadi tidak terasa lama.
4.Batasi Cek Informasi (Puasa SK).
Ini paling penting untuk kesehatan mental.
Jangan tanya setiap hari: "Sudah ada info mutasi belum?" ke BKPSDM, ke teman, ke grup WA.
Tentukan: Cek info mutasi hanya 2x seminggu, hari Selasa dan Jumat jam 10.00. Di luar itu, fokus kerja. Ini menurunkan kecemasan 70%.
5.Tetap Bergerak - Jangan Kurung Diri.
Banyak orang menunggu jadi menarik diri, murung, tidak ikut apel, tidak ikut gotong royong.
Justru saat menunggu, kamu harus lebih aktif: Ikut kerja bakti, Sapa keluarga tiap pagi dan Olahraga 15 menit pagi.
Gerak menghadilkan Endorfin yang memproduksi Hormon bahagia yang kemudian Pikiran jernih.
6.Tulis Jurnal Menunggu.
Tiap malam tulis 3 baris saja:
- Hari ini saya syukuri apa?
- Hari ini saya pelajari apa?
- Besok saya mau perbaiki apa?
Jurnal ini bukti bahwa masa menunggumu tidak sia-sia.
7.Ingat Rumus Ini: "Sambil menunggu kepastian dari pimpinan, pastikan dirimu sendiri tetap bertumbuh."
SK itu dari pimpinan. Tapi produktif itu keputusanmu sendiri.
Orang yang tetap produktif saat menunggu, ketika SK itu datang, dia pindah dengan kepala tegak dan prestasi. Bukan pindah dengan membawa dendam dan pekerjaan berantakan.
Penulis: Firmansyah, S. Psi., M.MKes