Rahasia Keharmonisan Keluarga Dibalik Sapaan Akrab dan Hangat di Pagi Hari

Keluarga harmonis itu tidak hanya bisa dibangun dari liburan mahal atau rumah besar. 

Keluarga harmonis itu juga bisa dibangun dengan hal yang sederhana semisal sapaan akrab dan hangat di pagi hari. 

Sapaan hangat dan akrab di pagi hari mampu menumbuhkan hormon bahagia di antara semua anggota keluarga yang ada di dalamnya. 

Sapaan hangat 5 detik yang diulang setiap hari mampu menumbuhkan iklim keakraban dan keharmonisan bagi anggota keluarga. 

Oleh karena itu sapaan hangat dan akrab dari hati yang paling dalam tidak boleh diabaikan dan diupayakan untuk selalu tumbuh. 

Banyak rumah tangga yang akhirnya hancur bukan karena tidak cinta, tapi karena sudah tidak lagi menyapa dengan hati.

Kenapa Sapaan Hangat Itu Sangat Berpengaruh?

1.Sapaan Hangat dan Akrab itu sebagai Sinyal bahwa "Kamu Penting Bagiku".

Otak manusia butuh validasi. Saat suami pulang dan istri menyapa "Ayah pulang, Alhamdulillah" sambil senyum, otak suami langsung merasa aman dan dihargai. Lelah kerja seharian hilang lima puluh porsen.

Sebaliknya, pulang disambut wajah datar dari anggota keluarga di dalamnya sambil main HP, rasanya seperti tidak dianggap ada dan membuat kondisi yang menyebelkan.

2.Sapaan Hangat dan Akrab Memutus Rantai Stres. 

Anak pulang sekolah bawa stres nilai jelek. Kalau disapa "Hai jagoan Bunda, gimana harinya hari ini?" - dia merasa punya tempat aman untuk cerita.

Kalau disambut "Kok sepatu berantakan!?" -dia akan langsung kunci kamar dan cari kenyamanan di luar rumah. Bila iklim ini yang terjadi dampaknya tidak baik bagi tumbuh kembang anak-anak. 

3.Rumah Jadi Beda Dengan Kantor. 

Di kantor kita dituntut profesional. Di rumah kita butuh kehangatan. Sapaan hangat yang membedakan rumah dengan kos-kosan.

4 Sapaan Ajaib Yang Mengharmoniskan Keluarga:

1.Sapaan Pagi - Dengan Doa. 

Jangan cuma "Pagi". Tapi: "Semangat pagi Ayah, semoga Allah mudahkan rezekinya hari ini ya."

"Pagi Bunda cantik, terima kasih sudah siapkan sarapan."

"Pagi kakak, Bunda doain ujian hari ini lancar."

2.Sapaan Pulang - Dengan Sentuh. 

Tatap mata, Senyum, Sentuh / peluk 6 detik

"Ayah pulang... Alhamdulillah."

Pelukan 6 detik terbukti menurunkan kortisol (hormon stres).

3.Sapaan Perhatian - Tanpa Diminta. 

Di tengah kesibukan, WA 1 kalimat:

"Bun, sudah makan siang? Jangan lupa istirahat ya." "Yah, hati-hati di jalan."

Itu lebih mahal dari bunga.

4.Sapaan Malam - Dengan Maaf dan Syukur Sebelum tidur:

"Terima kasih ya hari ini sudah berjuang untuk keluarga kita."

"Maaf ya tadi Bunda agak ketus, Bunda capek. Besok kita perbaiki lagi ya."

Keluarga harmonis bukan keluarga tanpa masalah. Tapi keluarga yang setiap anggotanya merasa *disapa, dilihat, dan dihargai setiap hari.

Semoga sapaan akrab dan hangat diantara anggota keluarga di rumah dan juga di grup ini terus berlanjut dari waktu ke waktu yang membuat kita semua mendapat kebaikan dan keberkahan hidup. 

Oleh: Firmansyah, S. Psi., M. MKes. Pengamat Sosial dan Tumbuh Kembang Anak Remaja Remaja 

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama