Konsumsi Pangan Kota Bima Perlu Terus Didorong Menuju Pola Beragam dan Bergizi

Penulis:  Gufran. AH, S.Pd. M.Si/Kadis Ketahanan Pangan Kota Bima 

Saat ini Pola Pangan Harapan (PPH) kota Bima mencapai 89,1 porsen hal ini  menunjukkan konsumsi pangan  penduduk di Kota Bima lebih beragam,bergizi dan seimbang jadi sudah BAIK tetapi perlu di tingkatkan lagi terkait dengan keberagaman karena biasanya dan sudah menjadi budaya masyarakat MBOJO belum makan kalau belum  makan nasi

 Dinas Ketahanan pangan Kota Bima melalui bidang teknik penganekaragaman konsumsi dan keamanan pangan terus melakukan edukasi pada masyarakat terutama pada pelajar khususnya pada jenjang pendidikan Dasar yakni pd SDN 1 Melayu dan SDN 29 Tanjung pada yang sasarannya pada Seluruh siswa  dan dewan guru bahwa makan tidak harus nasi atau karbohidrat banyak bahan pangan lain yang bisa di konsumsi yakni  pangan beragam,bergizi,seimbang dan aman khususnya umbi-umbian sumber protein kacang-kacangan,sayur dan buah 

Untuk meningkatkan pemenuhan keberagaman dan keseimbangan konsumsi pangan dengan terus memberikan sosialisasi keamanan pangan B2SA melalui pemberdayaan pangan lokal tidak membosankan,jika masyarakat pintar mengolah dan memadukan justru akan menciptakan menu dengan tampilan elegan dan beserta rasa yang khas juga mengandung gizi yang seimbang

Konsumsi pangan di perkotaan terus di dorong kearah B2SA yakni yang beragam, seimbang dan aman melalui penguatan peraturan presiden Nomor : 81 / 2024 tentang Percepatan penganekaragaman pangan berbasis potensi sumber daya lokal 

Alasan penting pangan B2SA di perkotaan 

1. Mengatasi beban ganda malnutrisi ( triple burden of malnutrition) masyarakat kota sering menghadapi masalah kurang gizi Stunting dan busung lapar dan juga kelebihan berat badan ( overweight) obesitas serta kekurangan serat,sayur dan buah

2. Mengurangi resiko penyakit tidak menular pembatasan GGL ( Gula garam lemak) dapat menunjukkan resiko hipertensi,diabetes dan penyakit jantung 

3. Meningkatkan skor pola pangan Harapan konsumsi kelompok pangan yang masih rendah seperti umbi-umbian,kacang-kacangan dan buah 

4. Pemamfaatan pangan lokal seperti rumah pangan B2SA dan gerakan pangan murah (GPM) setiap minggu dilaksanakan 3 kerjasama bulog dan tim pengendali inflasi daerah (TPID) Kota Bima 

  Pemerintah Kota Bima terus memperkuat gerakan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman) dengan meningkatkan konsumsi pangan lokal, sayur, buah, kacang-kacangan serta sumber protein hewani.

Upaya tersebut mulai diperkuat melalui edukasi B2SA kepada masyarakat dan generasi muda. Dinas Ketahanan Pangan Kota Bima juga terus mendorong pemanfaatan pangan lokal dan edukasi konsumsi pangan sehat.

Di sisi lain, keterjangkauan pangan tetap menjadi faktor penting. Program Gerakan Pangan Murah (SAMARASA) yang dilaksanakan sepanjang September 2026 menjadi salah satu langkah pemerintah dalam menjaga akses masyarakat terhadap pangan pokok dengan harga terjangkau.

Tantangan ke depan bukan hanya memastikan masyarakat cukup makan, tetapi memastikan makanan yang dikonsumsi semakin beragam, bergizi, seimbang dan aman. Dengan memperkuat pangan lokal dan edukasi B2SA, Kota Bima dapat meningkatkan kualitas konsumsi sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama