Kecamatan Donggo Dilanda Krisis Air Bersih, Warga Terpaksa Angkut Gunakan Motor

DONGGOVOICE.com I Donggo Bima, 151026 — Krisis air bersih melanda sejumlah dusun di Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Warga terpaksa menempuh berbagai cara untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, termasuk mengangkut air menggunakan sepeda motor dengan jeriken berkapasitas 50 liter.

Salah satu kondisi tersebut terjadi di Dusun Jango, Desa Mbawa, tepatnya di wilayah perbatasan Sangari–Jango. Sumber mata air Kongo yang menjadi salah satu sumber air bagi masyarakat setempat kini menjadi tumpuan warga di tengah mengeringnya sejumlah mata air lainnya.

Berdasarkan hasil wawancara langsung tim lapangan dengan Dedy, warga Dusun Jango, masyarakat Dusun Jango, Wua, dan Sangari harus mengambil air dari rumah Kisman, yang berada di wilayah perbatasan Sangari–Jango, Desa Mbawa.

Keterbatasan akses air bersih membuat warga harus mengangkut air menggunakan sepeda motor dengan jeriken berkapasitas 50 liter untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Sejumlah Dusun Terdampak Kekeringan

Kekeringan diduga semakin parah akibat mengeringnya sejumlah mata air dan minimnya hutan pelindung di sekitar sumber air. Kondisi ini menyebabkan masyarakat di beberapa wilayah harus berjuang mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Berdasarkan informasi yang dihimpun langsung oleh tim lapangan, wilayah yang dilaporkan mengalami krisis air meliputi:

1. Desa Mbawa

- Dusun Mangge

- Dusun Sangari

- Dusun Jango

- Dusun Tolonggeru

2. Desa Mpili

- Dusun Wua

- Dusun Mpili

3. Desa Kala

- Dusun Manggekompo

4. Desa Doridungga

- Dusun Doridungga 1

- Dusun Mangge Nae

LRB MDMC Muhammadiyah Kabupaten Bima Minta Pemerintah Turun Tangan

Informasi mengenai kondisi tersebut diperoleh langsung oleh tim lapangan yang dipimpin Ketua LRB MDMC Muhammadiyah Kabupaten Bima, Amiruddin.

Melihat kondisi masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih, pemerintah Kabupaten Bima diharapkan segera mengambil langkah nyata untuk membantu warga terdampak kekeringan.

Koordinasi lintas sektor dinilai penting agar penyaluran bantuan air bersih dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran. Pihak-pihak yang diharapkan dapat berkoordinasi antara lain Pemerintah Kabupaten Bima, Bank NTB Syariah Bima, Kapolres Bima, serta BPBD Kabupaten Bima, khususnya bidang kedaruratan dan logistik.

Dukungan mobil tangki air sangat dibutuhkan untuk mendistribusikan air bersih ke dusun-dusun terdampak, terutama bagi warga yang kesulitan mengakses sumber air.

Krisis ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan hutan pelindung mata air agar sumber air tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.

Warga berharap pemerintah dan seluruh pihak terkait segera hadir memberikan bantuan, sehingga kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih dapat terpenuhi.

Laporan tim lapangan LRB MDMC Muhammadiyah Kabupaten Bima. DVc/Biro Bima

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama