"8" BERJUANG TANPA AKHIR Silsilah Penyebaran Etnis Donggo - Kekuatan Masa Depan NTB

Oleh: Drs. H. Mustahid H. Kako, MM

Perjuangan Etnis Donggo adalah perjuangan tanpa akhir. Terbukti, LAMDO mampu menghantarkan seorang Etnis Donggo Dompu, Bambang Firdaus, SE menjadi Bupati Dompu. Sementara pada Pileg 2004 hingga sekarang, setiap Pemilu menghantarkan 3 sampai 8 orang Etnis Donggo Dompu menjadi anggota DPRD setempat. Langkah jitu ini menjadi sejarah sepanjang sejarah.

Beda dengan Donggo Bima yang hanya didominasi di dua kecamatan saja. Beda dengan Donggo Dompu yang mendominasi di empat kecamatan: Dompu, Woja, Kilo, dan Manggelewa. Sehingga Donggo Bima kompetisinya sangat tinggi, calon Bupati Bima banyak yang asal kabupaten tapi tinggal di Kota Bima.

Kenapa Pindah?

Pertumbuhan penduduk. Lahan 1 KK dulu luas, dibagi ke anak cucu jadi kecil. Akhirnya mencari lahan baru, menetap di Dompu dan Sumbawa. Bukan transmigrasi oleh pemerintah, tapi melalui kelompok tani mandiri.

Jumlah Perantauan Donggo (Perkiraan): 40.000 jiwa asal Donggo Bima, sekarang ber-KTP Dompu. Sudah sampai 7 generasi. Penyebaran:

- Kab. Dompu: Desa Manggena'e, Lagara, O'o, Karamabura, Mangge Asi, Serakapi, Bara, Sori utu, Mada Landa, Kambu, Kilo, Kiwu, Lasi, Tambora, Lara.

- Kab. Sumbawa Timur: Desa Mada Oi, Seli dan sekitarnya. Profesi: Umumnya petani dan ASN.

Yang Hebat, Identitas Tetap Dijaga:

- Di Dompu: Ada LAMDO (Lembaga Adat Masyarakat Donggo) Dompu - persatuan sangat solid.

- Di Donggo Induk (Bima): Ada LASDO (Lembaga Adat dan Syariat Donggo).

- Sekarang Etnis Donggo sudah menyebar se-Pulau Sumbawa, tapi tetap membawa nama kebesaran Donggo.

Ini adalah modal sosial terbesar Peristiwa '72 Donggo.

Saran Penulis:

Catatan ini saya buat menjadi dokumen "Sejarah dan Potensi Etnis Donggo" - memakai Kop Yayasan 72 Donggo ber-Akte No. 46 didirikan di Bima Tanggal 9 Juli 2015 sebagai arsip resmi dan kekuatan untuk masa depan NTB.

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama