DONGGOVOICE.com Dompu, 140926 - SMPN 5 Dompu mendapat suntikan dana dari APBN 2026 melalui Program revitalisasi Satuan Pendidikan Direktorat Pendidikan Kementerian Pendidikan RI, Revitalisasi dimaksud meliputi sarana dan prasarana untuk menunjang proses pembelajaran pada sekolah tersebut, pembangunan nya saat ini masih dalam tahap pengerjaan.Sejumlah bagian bangunan tengah dikerjakan, termasuk pemasangan rangka atap dan pekerjaan fisik lainnya.
Program revitalisasi tersebut mencakup rehabilitasi terhadap lima bangunan, yang terdiri dari tiga ruang kelas dan dua ruang administrasi. Selain itu, kegiatan juga mencakup pembangunan fasilitas toilet baru untuk mendukung kebutuhan sanitasi warga sekolah.
Plt. Kepala SMPN 5 Dompu, Kisman, S.Pd., M.Pd., mengatakan revitalisasi dilakukan untuk memperbaiki sejumlah fasilitas sekolah yang membutuhkan penanganan.
Seperti dikutip dari laman Koransindoinfo.com edisi Sabtu, 12/10/ 2026, Kisman menyebut bahwa "Revitalisasi tersebut mencakup sejumlah fasilitas utama sekolah seperti: perbaikan fasilitas fisik ruang kelas, ruang administrasi, toilet dan sarana pendukung lainnya agar lingkungan belajar menjadi lebih aman, bersih, sehat dan nyaman,” kata Kisman.
Kepala Sekolah, Kisman menyebut bahwa anggaran revitalisasi institusi tersebut sebesar Rp. 954.952.000 pada Tahun Anggaran (TA) 2026.
Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan revitalisasi sesuai dengan lingkup kegiatan yang telah ditetapkan. Adapun rincian penggunaan anggaran secara lebih detail tetap mengacu pada dokumen resmi kegiatan.
Dari sisi waktu pelaksanaan, pekerjaan ditargetkan berlangsung selama 120 hari. Hingga saat ini, pekerjaan masih berjalan dan sejumlah bagian bangunan belum sepenuhnya selesai.
"Insyaallah pekerjaan dalam waktu dekat akan selesai. Target pekerjaan 120 hari," ujar Kisman.
Kepala Sekolah menambahkan bahwa Revitalisasi tersebut dilakukan dengan swakelola, pihak sekolah memperkerjakan tenaga kerja dari masyarakat setempat diprioritaskan. Kebijakan tersebut dilakukan dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan tenaga dengan keahlian khusus.
Kisman menjelaskan, tenaga ahli tertentu didatangkan dari kecamatan lain karena membutuhkan kompetensi dan sertifikasi sesuai jenis pekerjaan.
"Alhamdulillah, kita prioritaskan orang setempat untuk bekerja. Kecuali tenaga ahli seperti yang memasang atap dan mempunyai sertifikat, kita datangkan khusus dari kecamatan lain," jelasnya.
Menurutnya, penggunaan tenaga ahli pada pekerjaan tertentu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan teknis dalam proses pembangunan.
Kisman mengatakan pekerjaan revitalisasi dilaksanakan dengan mengikuti arahan dari pengawas, konsultan perencana dan fasilitator. Pengawasan dilakukan selama proses pekerjaan berlangsung.
"Pekerjaan ini diawasi langsung oleh pengawas dan Tim P2SP," katanya.
Pihak sekolah, lanjut Kisman, mengharapkan seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai perencanaan, ketentuan teknis dan memperhatikan kualitas hasil pembangunan.
Hal tersebut penting mengingat fasilitas yang direhabilitasi nantinya akan digunakan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar serta aktivitas administrasi sekolah.
Adanya program revitalisasi mendapat apresiasi dari warga sekolah SMPN 5 Dompu. Perbaikan ruang kelas, ruang administrasi serta penambahan fasilitas toilet dinilai dapat mendukung pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana sekolah.
Berdasarkan kondisi yang terlihat di lokasi, pekerjaan masih berlangsung. Material dan sisa pekerjaan masih terdapat di sekitar area bangunan, sementara beberapa bagian konstruksi, terutama rangka atap, masih dalam proses penyelesaian.
Pihak sekolah berharap seluruh tahapan revitalisasi dapat diselesaikan sesuai target waktu sehingga fasilitas yang telah diperbaiki maupun dibangun dapat segera dimanfaatkan oleh warga SMPN 5 Dompu. (*)