Kekompakan warga untuk bahu membahu mengerjakan pembangunan Masjid Jami' Al-Ikhlas di dusun Karamabura yang didirikan sekitar tahun 1965 tersebut terlihat sangat kental dengan nilai kebersamaan dan gotong royong, tua, muda bahkan wanita pun ikut berpartisipasi menyiapkan makanan bagi para pekerja.
Kelanjutan pembangunan Masjid Jami' Al-Ikhlas dusun Karamabura berukuran 18 x18 M2 itu merupakan swadaya murni masyarakat setempat dan kali ini merupakan tahap ketiga mereka mengerjakan "Cor" lantai atap tempat kubah. Semangat gotong royong ditunjukan warga setempat menjadi inspirasi bagi generasi ke depan dan hal tersebut tidak boleh hilang ditelan keadaan atau zaman "ini warisan yang harus dilestarikan".
Mantan Kades Karamabura, Aswad mengatakan untuk merangkul semua warga agar secara bersama-sama melakukan pekerjaan tersebut dengan mengumumkan lewat Masjid, dengan sendirinya masyarakat datang berbondong-bondong mengerjakan tempat ibadah tersebut seperti yang dilihat saat ini. "Masyarakat hanya diumumkan lewat Masjid, mereka berbondong-bondong datang ke Masjid," ucap Aswad.
Selain dari itu, kata Aswad, "Support dari pemerintah desa seperti: Seluruh perangkat desa, Babinsa, Anggota BPD, dan lain-lain memberi nuansa tersendiri semangat etos kerja dilakukan masyarakat karena jiwa kebersamaan, membangun luar biasa bagi warga Karamabura." Tutur mantan Kades.
Ketua pembangunan, Jusril ketika ditanya terkait sumber dana pembangunan Masjid dimaksud, Dia mengatakan bahwa kelanjutan pembangunan tahap ketiga ini merupakan hasil dari swadaya masyarakat desa Karamabura dan belum pernah mendapatkan bantuan dari pihak lain maupun pemerintah. Untuk itu, lanjutnya jika ada donatur diluar desa Karamabura, pihaknya "Welcome". "Kelanjutan pembangunan Masjid ini merupakan swadaya murni masyarakat dan sekiranya ada donatur di luar desa Karamabura "Welcome." Kata Jusril diaminkan warga yang lain saat ditemui Media DONGGOVOICE.com di areal Masjid setempat Sabtu, 12/10/2026.
Pekerjaan tahap ini kemungkinan selesai tahun 2026, namun yang menjadi pekerjaan rumah ( PR ) bagi warga Karamabura adalah "Kuba Masjid" karena pengadaan Kuba, tembok, keramik, WC, tempat wudhu dan lain-lain memakan biaya lebih kurang 1M. " Kalau tahap pengecoran lantai atap kemungkinan tahun 2026 ini selesai, tapi yang menjadi PR bagi kami adalah tahap berikutnya seperti: Kuba, keramik, WC, Tempat Wudhu, tembok dan lain-lain." Katanya lagi. Reporter: Hambaly Ama La Beby
