DONGGOVOICE.com I Bima, 140926 - Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) STKIP Taman Siswa Bima menggelar Workshop dan Review Kurikulum selama dua hari, Kamis-Jumat (10-11/9/2026), di Ruang Beradab kampus setempat. Kegiatan ini menjadi langkah strategis program studi untuk menyusun kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) sekaligus menyelaraskannya dengan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi.Workshop menghadirkan Prof. Caly Setiawan, Ph.D., Guru Besar Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang juga menjabat Ketua Tim Pengembang Kurikulum Asosiasi Program Studi Olahraga, sebagai narasumber utama. Selain itu, sesi pertama dipandu Dr. Shutan Arie Shandi, M.Pd., yang membahas perspektif pengembangan dan evaluasi kurikulum dalam konteks pendidikan jasmani.
Kegiatan ini melibatkan dosen tetap PJKR, mahasiswa, alumni, pakar kurikulum, pengguna lulusan, hingga guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) dari sekolah-sekolah di Kota dan Kabupaten Bima. Metode yang digunakan meliputi workshop intensif, focus group discussion (FGD), presentasi dan diskusi panel, benchmarking, serta review dokumen kurikulum.
Ketua Program Studi PJKR STKIP Taman Siswa Bima, Dr. Rabwan Satriawan, M.Pd., mengatakan bahwa review kurikulum bukan sekadar mengganti struktur mata kuliah, melainkan menjadi ruang akademik untuk mengevaluasi apakah kurikulum yang berjalan selama ini sudah menjawab kebutuhan mahasiswa, sekolah, dunia kerja, serta tantangan pendidikan ke depan.
“Melalui workshop ini, kita berharap seluruh peserta dapat memberikan masukan, sanggahan, kritik, maupun gagasan konstruktif,” ujar Rabwan saat membuka kegiatan.
Ia menambahkan, keterlibatan guru PJOK sangat penting karena mereka adalah salah satu pengguna utama lulusan PJKR di lapangan, sehingga kurikulum yang disusun diharapkan kuat secara akademik sekaligus relevan dengan praktik pendidikan jasmani di sekolah.
Susun Profil Lulusan hingga RPS Berbasis OBE
Disampikan Kaprodi PJKR, workshop tersebut bertujuan menyusun kurikulum berbasis OBE, menyelaraskan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dengan profil lulusan dan kebutuhan pemangku kepentingan, mengintegrasikan IKU ke dalam kurikulum, mengembangkan struktur kurikulum yang fleksibel berbasis MBKM. Serta menjamin keterukuran capaian pembelajaran melalui sistem asesmen yang jelas.
“Ruang lingkup pembahasan mencakup review profil lulusan, penyusunan dan penyelarasan CPL, pemetaan CPL ke mata kuliah (curriculum mapping), penyusunan bahan kajian, pengembangan struktur kurikulum, integrasi program MBKM, penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis OBE, hingga penyusunan sistem asesmen dan rubrik penilaian,” paparnya.
Rundown kegiatan dibagi dalam dua hari. Hari pertama difokuskan pada workshop, penyusunan profil lulusan, perumusan CPL, serta pemetaan CPL ke mata kuliah. Hari kedua diisi dengan penyusunan struktur kurikulum, penyusunan RPS, penyusunan asesmen dan rubrik, hingga finalisasi dokumen. Sejumlah dokumen ditargetkan menjadi keluaran akhir kegiatan, di antaranya dokumen kurikulum berbasis OBE, dokumen profil lulusan, CPL yang terstandar dan terukur, peta kurikulum, struktur kurikulum berbasis MBKM, RPS lengkap dengan rubrik, serta dokumen integrasi IKU dalam kurikulum.
Seiring Transformasi Menuju Universitas
Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Dr. Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si., menyampaikan bahwa pengembangan kurikulum PJKR memiliki posisi strategis seiring rencana transformasi kelembagaan dari sekolah tinggi keguruan menjadi universitas. Dalam proses tersebut, kampus juga tengah menyiapkan penambahan program studi jenjang S1 di bidang olahraga.
“Karena itu, kegiatan review kurikulum seperti ini sangat penting. Kita ingin memastikan bahwa ketika institusi berkembang, kualitas akademiknya juga semakin kuat,” kata Dr. Ibnu Khaldun.
Ia menyebut, transformasi kelembagaan harus diikuti penguatan kualitas akademik, sumber daya manusia, kurikulum, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta tata kelola pendidikan tinggi. Ia juga menyoroti bertambahnya jumlah dosen PJKR yang telah menyelesaikan pendidikan doktor, di samping sejumlah dosen lain yang masih menempuh studi lanjut jenjang doktor. Prestasi akreditasi yang berhasil dipertahankan program studi, menurutnya, menjadi modal penting untuk terus mendorong perbaikan kurikulum.
“Prestasi yang sudah dicapai jangan menjadi titik akhir, tetapi menjadi motivasi untuk bergerak lebih maju,” tegasnya.
Melalui rangkaian evaluasi, kritik, dan kolaborasi antara kampus, alumni, serta sekolah mitra, PJKR STKIP Taman Siswa Bima berupaya melahirkan kurikulum yang lebih responsif terhadap perkembangan ilmu keolahragaan, teknologi pendidikan, dan kebutuhan dunia kerja bagi lulusannya ke depan. Reporter: Fiq