Punya anggota keluarga dengan ODGJ tentu menjadi tantangan tersendiri.
Setiap keluarga dengan ODGJ tentu punya suka dukanya masing-masing.
ODGJ secara fisik, sosial dan psikologis adalah seorang yang memiliki hambatan.
Dalam memperlakukan ODGJ sudah barang tentu ada perilakuan yang khusus dan berbeda dengan perilakuan pada orang normal.
Hal penting dan utama yang harus dilakukan anggota keluarga dengan ODGJ adalah memiliki kesabaran yang tinggi, kepedulian serta kasih sayang.
Kesabaran yang tinggi, kepedulian, jiwa kasih sayang menjadi power yang tidak boleh kendur melainkan harus menyala terus dalam melayani dan memperlakukan ODGJ.
Faktor kemanusiaan menjadi pertimbangan utama yang harus dikedepankan anggota keluarga dalam melayani dan memperlakukan ODGJ.
Keadaan anggota keluarga dalam merawat dan memperlakukan ODGJ itu real. Rasanya campur aduk, naik turun. Banyak keluarga dengan ODGJ merasakan hal yang sama.
Tantangan Keluarga Dalam Merawat ODGJ
Stigma dan rasa malu, takut diomongin tetangga, takut dilabeli "keluarga gila" menjadi tantangan tersendiri bagi anggota keluarga yang kadang hal ini membuat anggota keluarga menarik diri dari kegiatan sosial.
Lelah fisik dan mental. Begadang dalam menjaga, ngadepin fase kambuh, ngajak minum obat tiap hari. Menjadi hal yang melelahkan bagi anggota keluarga. Akan capek terasa kalau cuma 1-2 orang yang ngurus.
Masalah ekonomi. Biaya berobat, obat, transportasi. Belum lagi kalau yang ODGJ membuat anggota keluarga tidak bisa bekerja.
Rasa takut & khawatir. Takut melukai diri sendiri/orang lain saat kambuh, takut kabur dari rumah. Keadaan ini menjadi hal-hal yang mengkhawatirkan bagi anggota keluarga.
Konflik keluarga. Beda pendapat soal cara ngerawat atau cara memperlakukan ODGJ. Ada yang mau pasung, ada yang mau dirangkul. Bisa bikin hubungan renggang.
Putus asa. "Kapan sembuhnya?" Sering pertanyaan ini muncul terus dan membuat anggota keluarga merasa ngedrop.
Hikmah Dalam Merawat ODGJ
Ada hikmah tersendiri yang bisa dipetik saat anggota keluarga merawat dan memperlakukan dengan baik ODGJ.
Ikatan keluarga jadi lebih kuat. Saling bahu-membahu antar anggota keluarga terjaga, menjadi lebih bersabar, lebih empati. Dengan keadaan ini banyak anggota keluarga bilang "jadi belajar menerima".
Belajar hal baru. Keluarga menjadi paham tentang kesehatan mental, cara komunikasi tenang, manajemen stres.
Momen kecil yang berharga. Pas ODGJ sadar dan sembuh, bisa ngobrol, ketawa bareng, ingat ulang tahun keluarga. Itu rasanya menang banget.
Jadi inspirasi buat orang lain. Keberhasilan dalam merawat dan memperlakukan dengan baik ODGJ menjadi inspirasi bagi orang lain. Karena kesuksesan itu banyak keluarga yang akhirnya berani sharing ke komunitas dan nolong keluarga lain yang malu cerita.
Tumbuhnya rasa syukur. Dengan adanya anggota keluarga dengan ODGJ membuat anggota keluarga lebih menghargai hal-hal kecil. Kesehatan, ketenangan, kedamaian, keharmonisan dan kehadiran.
Dari uraian ini penting bagi kita semua untuk dapat menjaga, meningkatkan dan menguatkan kesehatan mental.
Kesehatan mental (jiwa) yang terjaga, meningkat dan kuat menjadi persyaratan bagi seseorang untuk menyehatkan mental dan tercegah dari gangguan jiwa.
Kesehatan mental yang dimaksudkan untuk dijaga, ditingkatkan dan dikuatkan itu menyangkut juga kesehatan diri sendiri, keluarga dan masyarakat.
Ketika ada anggota keluarga kita yang mengalami ODGJ mari rawat dan perlakukan mereka dengan baik dan bijaksana.
Oleh: Firmansyah, S.Psi., M.MKes. Pengamat Sosial dan Tumbuh Kembang Anak Remaja
