Berita duka berupa adanya kematian dari sanak keluarga, teman, dan handai taulan sudah menjadi hiasan dari kehidupan di dunia ini. Di masjid, musholah, tengah jalan, di sekolah, di tempat kerja, tempat keramaian, atau dimana pun tempatnya sering dan tidak luput dari berita duka ini.
Begitu pula halnya yang terjadi di media sosial seperti FB, IG, Whatsapp dan lain berita duka ini pun sering tayang dan biasa kita saksikan.
"Innalilahi Wainna Ilaihi Raji'un, telah meninggal dunia fulan bin fulan, dengan menyebutkan tempat dimana meningganya dan dalam kondisi apa dia meninggal", antara lain menjadi berita yang disebutkan dalam pemberitahuan terkait berita duka ini.
Di seberang sana pun anggota keluarga, teman, sahabat, keluarga dan lainnya dengan berita duka tersebut berbagai ungkapan sesuai versinya masing-masing disebutkan.
"Turut berduka cita, semoga Almarhum/Almarhumah diampuni salah dan khilafnya, diterima amal kebaikannya dan ditempatkan bersama orang-orang yang mulia disisNya. Keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan kesabaran dan ketabahan", menjadi salah satu ungkapan yang sering dan biasa diucapkan ketika adanya berita duka atau kematian.
Adanya berita kematian menginsyarakan kepada kita semua bahwa kehidupan di dunia ini tidak kekal. Kehidupan di dunia ini sebagai tempat singgahan dan bersifat sementara.
Semua makhluk hidup di dunia ini termasuk kita manusia pasti akan mengalami yang namanya kematian. Hanya saja waktu, dimana dan dalam keadaan apa kematian itu datang pada kita, itu yang tidak kita ketahui dan menjadi rahasia dari Allah SWT.
Menegaskan terkait kepastian datangnya kematiain ini Allah SWT berfirman dalam beberapa Surat dalam Alquran yang antara lain;
QS. Ali 'Imran: 185 “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu".
QS. Al-Ankabut: 57 “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan.”
QS. Al-Anbiya: 35 “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan.
Dalam Alquran juga diseburkan bahwa kematian itu hal yang tidak dapat dihindari atau ditunda kehadirannya. Berkaitan dengan keadaan ini Allah SWT berfirman dalam Alquran;
QS. Al-A'raf: 34 “Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan sesaat pun dan tidak dapat (pula) meminta percepatan.”
QS. An-Nisa: 78 “Di mana pun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kokoh.”
QS. Al-Jumu'ah: 8 “Katakanlah, ‘Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah).”
Berikutnya terkait kematian Allah SWT menegaskan kematiain itu menjadi ketetapan mutlak dari-Nya. Hal ini difirmankan dalam;
QS. Ali 'Imran: 145 “Dan setiap yang bernyawa tidak akan mati kecuali dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya.”
QS. Munafiqun: 11“Dan Allah tidak akan menunda (kematian) seseorang apabila ajalnya telah datang. Dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”
Berita Kematian Menjadi Penanda di Kesempatan Berikutnya Bisa Jadi Akan Datang Pada Kita
Kematian itu datang kepada setiap makhluk termasuk kita manusia dan bergiliran sifatnya. Ada yang cepat dan ada yang terlambat datangnya.
Namun demikian selain menjadi pengingat juga menjadi penanda bahwa di kesempatan berikutnya bisa saja kematian itu datang kepada diri kita.
Hal yang perlu kita upayakan untuk menyambut kedatangan kematian itu kapan pun waktunya, dimana dan dalam keadaan apa kehadirannya adalah dengan mengerjakan amal sholeh sebanyak-banyaknya.
Amal sholeh itulah yang akan menjadi bekal hidup kita di alam akherat nanti. Kebahagiaan dan kesengsaraan hidup kita di alam akherat nanti sangat ditentukan oleh amal sholeh yang kita upayakan saat masih hidup di dunia.
Bila amal sholeh yang kita ikhtiarkan mencukupi maka kita pun akan bahagia dan sebaliknya bila amal sholeh yang dikerjakan selama hidup di dunia tidak cukup syarat dan ketentuan dari Allah dan RasulNya, maka hidup pun akan sengsara di alam akherat nanti.
Terkait dengan amal sholeh yang dikerjakan ini sebagai penentu kehidupan di akherat Allah SWT berfirman dalam beberapa Surah dalam Alquran yang antara lain;
Surah An-Nahl Ayat 97: "Allah menjanjikan kehidupan yang baik (hayatan thayyibah) di dunia dan balasan pahala yang jauh lebih baik di akhirat bagi laki-laki maupun perempuan yang beriman dan beramal saleh".
Surah Al-Baqarah Ayat 82: "Allah menegaskan bahwa orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan merupakan penghuni surga dan mereka akan kekal di dalamnya".
Demikian, mudah-mudahan uraian singkat ini ada manfaatnya dan menjadi motivasi untuk kebahagiaan hidup kita di dunia dan akherat.
Oleh: Firmansyah, S.Psi., M.MKes. Pengamat Sosial dan Tumbuhkembang Anak Remaja.