Kegiatan ini menghadirkan sejumlah tokoh, pemikir, dan peneliti dari tingkat nasional hingga internasional, di antaranya Prof. Nurliah Nurdin, MA (Dosen IPDN Kemendagri), Dr. Abdul Aziz, M.Si (Universitas Brawijaya), dan Chusnul Mar'iyah, Ph.D dari Universitas Indonesia. Sambutan dan pengantar disampaikan oleh Dr. H. Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si (Ketua STKIP Taman Siswa Bima).
Dua Sesi, Dua Segmentasi Audiens
Kegiatan dirancang dengan konsep dan target audiens yang berbeda namun saling melengkapi. Di Gedung Beradab, sharing session menyasar Babinsa, Babinkamtibmas, serta para kepala desa yang wilayahnya menjadi lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2026 mahasiswa STKIP Taman Siswa Bima. Sementara itu, di Auditorium Sudirman, forum dihadiri oleh para kepala SMA/SMK/SLB se-Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima, dan Kota Bima.
Dalam sambutannya, Ketua STKIP Taman Siswa Bima Dr. H. Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata penerjemahan arah kebijakan Kampus Berdampak yang tengah didorong pemerintah.
"Seluruh civitas akademika harus menjadi aktor utama dalam membangun masa depan daerah," tegasnya, sembari menambahkan bahwa kehadiran jajaran pemerintah desa lokasi KKN mahasiswa merupakan bagian dari upaya kampus merumuskan model kebijakan yang selaras dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bima.
Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi para pendidik saat ini. Menurutnya, guru dan dosen tidak lagi hanya bertanggung jawab mendidik siswa dan mahasiswa di ruang kelas, tetapi juga memikul tanggung jawab sosial di tengah masyarakat.
Capaian Membanggakan di Usia Muda
Meski tergolong perguruan tinggi yang relatif muda (menuju 19 tahun), STKIP Taman Siswa Bima telah mencatatkan sejumlah prestasi di kancah nasional. Kampus ini berhasil meraih peringkat kedua dan ketiga nasional sebagai kampus dengan partisipasi mahasiswa terbanyak dalam program Kampus Mengajar. Tak hanya itu, STKIP Taman Siswa Bima juga telah memfasilitasi program mobilitas internasional bagi mahasiswa dan dosen ke Malaysia secara gratis selama tiga kali berturut-turut.
"Meskipun usia kami tergolong relatif muda dibanding perguruan tinggi lain, target pencapaian dan kualitas kami harus mampu melampaui yang hadir lebih awal," ujar Dr. Ibnu Khaldun dalam sesi di Auditorium Sudirman.
Dalam forum tersebut juga ditegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam menindaklanjuti kebijakan kementerian untuk mewujudkan perguruan tinggi yang benar-benar memberikan dampak nyata atau impactful campus. Kolaborasi lintas sektor yang terjalin dalam sharing session ini dinilai sebagai bentuk sinergi penting dalam mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Sebagai bagian dari program internasionalisasi, beberapa waktu yang lalu, STKIP Taman Siswa Bima juga turut menghadirkan 20 mahasiswa internasional untuk berkegiatan di lingkungan kampus. Mahasiswa mancanegara tersebut juga melakukan kunjungan ke sejumlah SMA dan SMK mitra di wilayah Bima dan sekitarnya.
Diskusi Kebijakan Berbasis Pengetahuan
Salah satu isu utama yang mengemuka dalam sesi di Gedung Beradab adalah pentingnya mendorong terciptanya knowledge-based politics atau politik berbasis pengetahuan dalam proses pembangunan daerah. Para peserta dari unsur Babinsa, Babinkamtibmas, dan kepala desa diajak untuk melihat pembangunan daerah tidak semata dari sisi politik praktis, melainkan juga dari sisi kajian dan data yang terukur.
Materi puncak dalam rangkaian sharing session disampaikan oleh Chusnul Mar'iyah, Ph.D dari Universitas Indonesia. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya membangun kolaborasi, sinergi, dan integritas antara masyarakat dengan aparatur penegak hukum guna menegakkan keadilan serta menjaga ketertiban sosial.
Materi ini relevan dengan kehadiran unsur Babinsa dan Babinkamtibmas di Gedung Beradab, yang selama ini menjadi ujung tombak sinergi antara aparat dan masyarakat di tingkat desa.
Melalui rangkaian kegiatan ini, STKIP Taman Siswa Bima berharap dapat terus memperkuat perannya sebagai kampus yang tidak hanya berorientasi pada pendidikan di ruang kelas, tetapi juga aktif hadir dan berdampak nyata bagi masyarakat, pemerintah daerah, hingga dunia pendidikan menengah di wilayah Bima, Dompu, dan sekitarnya. Reporter: Fiq

