Sifat Qanaah

Hidup harus memiliki standart iman kepada ketentuan dari Allah SWT agar tidak terlena oleh kemewahan dunia yang hanya fatamorgana ini. Kemilau dunia bukan ukuran bahagianya hidup seseorang namun dibalik itu sebagai ujian "mampukah manusia bertahan sebagaimana ketentuan Allah agar tidak terlena dengan kondisi semacam itu"?, kadang-kadang bisa membuat orang sengsara, susah jika tidak memiliki sifat "Qanaah" (seperti dikutip dari https//aceh.kemenag.co.id) "Sikap mental merasa cukup, puas, dan rela menerima dengan lapang dada atas segala rezeki serta ketentuan yang telah Allah SWT berikan. Sifat ini menuntun seseorang untuk senantiasa bersyukur dan menjauhkan diri dari rasa tamak, iri, atau serakah terhadap harta orang lain".

Oleh karena demikian, orang yang pandai mensyukuri nikmat diberikan oleh Allah SWT pasti akan bahagia dunia dan akhirat. Maka dalam Al-Qur'an Surah: Arrahman menyebut beberapa kali memberi gambaran tentang sifat manusia berkeluh kesah

فَبِاَىِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"

Allah sudah menciptakan langit tanpa tiang dan diciptakanNya bumi kemudian menumbuhkan biji-bijian, pepohonan, di dalamnya terkandung bahan tambang berupa emas, nikel, tembaga, batu, air, dan lain-lain untuk kemaslahatan Makhluknya, Maka bersifat Qanaahlah terhadap segala segi kehidupan. Jangan memandang hidup itu ke atas, lihatlah ke bawah niscaya kita dapat merenung bahwa masih banyak orang-orang di sekitar kita yang jauh lebih dari tidak kecukupan.

Kita bersyukur sudah punya pekerjaan tetap, gaji tiap bulan ketimbang sebagian orang hidup dalam kesusahan cari nafkah pergi pagi pulang sore bahkan larut malam hanya demi sesuap nasi bagi keluarga. Nikmat diberi Allah itu harus disyukuri bukan untuk diingkari.

Hakikat Qanaah 

(Kutipan dari https//aceh.kemenag.co.id) "Bukan berarti pasrah atau malas: Qanaah tetap memerlukan ikhtiar atau usaha yang maksimal, namun hasilnya diterima dengan hati yang tenang dan tidak keluh-kesah.Ketenangan batin: Orang yang memiliki sifat qanaah tidak mudah gelisah karena ia yakin bahwa porsi rezeki yang didapatkannya adalah ketetapan terbaik dari-Nya.Kaya hati: Rasulullah SAW menyebutkan bahwa kekayaan yang sesungguhnya bukanlah banyaknya harta benda, melainkan kekayaan jiwa (qanaah).

Sesuai kutipan di atas, maka timbul pertanyaan Bagaimanakah ciri-ciri perilaku zuhud? Dikutip dari NU Online, Imam Abu Hamid Muhammad Al-Ghazali menerangkan tiga ciri-ciri orang yang berperilaku zuhud?: 

Tidak berbangga ketika memiliki harta, dan tidak bersedih ketika kehilangan harta

Tidak terpengaruh pujian maupun cacian orang lain. Merasa senang dengan Allah ﷻditandai dengan kenikmatan ibadah dalam hatinya. Selain menyucikan hati dari kecintaan terhadap harta dan kehidupan dunia, sikap lain yang harus kita pelihara sebagai bagian dari hidup sederhana menurut Islam adalah qanaah. 

Larangan israf dan tabdzir

Larangan bersikap israf atau berlebihan disebutkan dalam Al-Quran antara lain di surat Al-A’raf ayat 31.

يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ خُذُوْا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْاۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ ࣖ

“Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah ﷻ tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.”

(dikutip dari berbagai sumber)

Oleh: Hambaly Ama La Beby

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama