Monev Hibah Internal STKIP Taman Siswa Bima Perkuat Mutu dan Dampak Pengabdian Masyarakat

Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Dr. Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si., menegaskan bahwa Monev bukan sekadar seremoni administratif, melainkan instrumen penting untuk memastikan setiap program pengabdian benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

Kegiatan Monev tahun ini menghadirkan Prof. Sutarto, M.Pd., yang telah tiga tahun berturut-turut dipercaya sebagai reviewer Monev Hibah Internal. Ia dikenal luas sebagai reviewer nasional yang juga merupakan putra daerah Dompu. Kehadirannya dinilai memperkuat objektivitas proses evaluasi karena pemahamannya terhadap konteks sosial-budaya wilayah Bima dan Dompu. Proses evaluasi turut didampingi oleh Dr. Syarifuddin, M.Pd., sebagai reviewer pendamping, yang bersama Prof. Sutarto memberikan masukan teknis maupun substansi terhadap laporan kemajuan setiap program hibah.

Dalam kesempatan yang sama, civitas akademika STKIP Taman Siswa Bima turut mengapresiasi Arif Rahman Hakim, salah satu dosen produktif kampus tersebut, yang berhasil meloloskan proposal hibah secara berturut-turut selama lebih dari tiga tahun terakhir. Konsistensi ini dipandang sebagai bukti komitmen dan kontribusi nyata terhadap pengembangan keilmuan sekaligus pemberdayaan masyarakat.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STKIP Taman Siswa Bima, Dr. Nanang Diana, M.Pd., mengatakan Monev tersebut merupakan bagian dari sistem penjaminan mutu penyelenggaraan penelitian dan pengabdian masyarakat di kampusnya. "Monev ini merupakan sistem penjaminan mutu penyelenggaraan penelitian dan pengabdian yang merupakan gambaran konkret dari ketercapaian target serta kesesuaian antara rencana dengan implementasi di lapangan," ujar Nanang saat membuka kegiatan tersebut. Proses evaluasi yang berlangsung sehari ini melibatkan tim peneliti dari wilayah Bima dan Dompu, dengan tujuan menyinkronkan standar keluaran ilmiah antarinstitusi pendidikan tinggi di kawasan tersebut.

Sedikitnya empat program pengabdian kepada masyarakat turut dipaparkan dan dievaluasi dalam kegiatan ini. Sri Lastuti, M.Pd., memaparkan program "Pemberdayaan Kelompok Ibu Muda Pasca Pernikahan Dini melalui Penguatan Literasi Parenting dan Kewirausahaan Olahan Ikan di Sekolah Perempuan UMMA Kecamatan Sape", yang menyasar kelompok ibu muda pascapernikahan dini agar memiliki bekal pengasuhan anak yang lebih baik sekaligus keterampilan wirausaha berbasis olahan ikan. Sementara itu, Abd. Haris, M.Pd., membawakan program "Pemberdayaan Guru Sekolah Dasar dalam Pengembangan LKPD Berbasis Masalah Berorientasi Kurikulum Merdeka dan Kearifan Lokal Mbojo", yang mendorong guru sekolah dasar mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dengan mengintegrasikan pendekatan berbasis masalah bersama nilai-nilai kearifan lokal Mbojo.

Adapun Suriya Ningsyih memaparkan program "Pemberdayaan Guru SDN Inpres Sie 2 dalam Pengembangan E-Comic Cerita Rakyat Mbojo Berbasis TaRL Berbantuan AI untuk Penguatan Literasi Siswa SD", yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk membantu guru menyusun media literasi berbasis cerita rakyat Mbojo dengan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL). Terakhir, Edy Suparjan, M.Pd., mempresentasikan program "Penguatan Kearifan Nilai Budaya Bima melalui Komik Edukatif sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan di SDN Pela Kecamatan Monta", yang menggunakan komik edukatif berbasis nilai budaya Bima sebagai media pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah dasar.

Keempat program tersebut dinilai selaras dengan arah kebijakan pengabdian masyarakat STKIP Taman Siswa Bima yang menitikberatkan pada penguatan literasi, pemberdayaan perempuan, pendidikan berbasis kearifan lokal, serta pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.

Usai proses monitoring, tim reviewer maupun pihak LPPM berharap kemitraan antara dosen pelaksana program dengan sekolah maupun kelompok masyarakat sasaran dapat terus berlanjut, tidak berhenti pada masa hibah semata. Keberlanjutan program dinilai penting agar dampak yang telah dirasakan masyarakat, mulai dari penguatan literasi anak-anak sekolah dasar hingga pemberdayaan ekonomi kelompok ibu muda, dapat terus dirasakan dalam jangka panjang. Reporter: Fiq

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama