Oleh Drs H Mustahid H Kako MM
itu persis digambarkan Allah di QS. Al-Hajj ayat 1-2. Ini dalilnya lengkap:
QS. Al-Hajj: 1-2
> *يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ*
> *يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَىٰ وَمَا هُمْ بِسُكَارَىٰ وَلَٰكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ*
Artinya:
_"Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu. Sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar.
Pada hari ketika kamu melihat kegoncangan itu, semua wanita yang menyusui anaknya lalai terhadap anak yang disusuinya, dan semua wanita yang hamil gugur kandungannya, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal mereka sebenarnya tidak mabuk. Akan tetapi azab Allah itu sangat keras."_
Penjelasan kaitannya dengan gempa:
1. "Manusia berhamburan keluar rumah" Karena panik dan takut. Goncangan bikin orang lupa segalanya. Nabi ﷺ juga bersabda gempa itu tanda dekatnya kiamat dan bentuk teguran Allah.
2. "Ada yang lupa mengenakan kerudung"
_"Tadzhalu kullu murdhi'atin 'amma ardha'at"_ = Ibu yang sedang menyusui sampai lupa sama bayinya.
Saking kagetnya, aurat dan adab pun terlupa. Ini menunjukkan dahsyatnya ujian.
3. "Lupa anak kecil"
Ibu hamil sampai keguguran. Yang punya bayi ditinggal. Karena yang di otak cuma "selamatkan diri".
4. "Watarannasa sukaara" = Kelihatan seperti mabuk
Padahal tidak minum. Tapi jalannya sempoyongan, linglung, tidak sadar karena takutnya luar biasa.
Lalu apa hikmahnya buat kita?
Allah tutup ayatnya dengan: "Wattakullah" = Bertakwalah kepada Tuhanmu
Artinya gempa itu pengingat:
1. Dunia ini fana - Rumah, harta bisa hancur seketika
2. Yang abadi cuma amal - Seperti kutipan kamu tadi: "Jangan mengorbankan yang abadi demi yang fana"
3. Latihan untuk kiamat - Gempa dunia saja bikin lupa anak, apalagi goncangan kiamat
Do'a yang diajarkan saat gempa:
> *اللَّهُمَّ لاَ تَقْتُلْنَا بِغَضَبِكَ وَلاَ تُهْلِكْنَا بِعَذَابِكَ وَعَافِنَا قَبْلَ ذَلِكَ*
> _"Ya Allah, janganlah Engkau binasakan kami dengan murka-Mu, dan janganlah Engkau hukum kami dengan azab-Mu, dan maafkanlah kami sebelum itu"_ HR. Tirmidzi
Semoga kita termasuk yang siap "pulang" kapanpun dipanggil Allah dalam bentuk apapun.
