400-an Calon Mahasiswa Ikuti Seleksi Gelombang I STKIP Taman Siswa Bima

DONGGOVOICE.com I Bima, 070626 - Di tengah ketatnya kompetisi pendidikan tinggi di Nusa Tenggara Barat, STKIP Taman Siswa Bima mencatatkan animo signifikan dengan menjaring 400-an calon mahasiswa baru pada seleksi Gelombang I tahun akademik 2026. Angka ini mencerminkan stabilitas kepercayaan publik terhadap institusi yang kini memposisikan diri sebagai rujukan literasi nasional melalui kemitraan strategis dengan Australia.

Proses seleksi yang berlangsung pada 6 hingga 7 Juni 2026 di kampus induk ini menerapkan sistem evaluasi berlapis. Selain Computer Based Test (CBT) dan uji kebugaran khusus bagi program studi PJKR, otoritas kampus mewajibkan ujian kompetensi spiritual guna memastikan standar karakter mahasiswa sesuai dengan visi lembaga yang mengedepankan nilai 'Beradab'.

Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Dr. H. Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si., menginstruksikan tim penguji wawancara untuk menitikberatkan pada aspek literasi Al-Qur'an dan pemahaman keislaman. Menurutnya, seleksi ini merupakan tahap krusial untuk menyaring individu yang memiliki kesadaran akan tanggung jawab intelektual sekaligus moral.

"Ketika sudah memasuki usia dewasa, wujud tanggung jawab utama seorang anak kepada orang tua adalah dengan belajar secara sungguh-sungguh. Saya menitipkan kepada pewawancara untuk memvalidasi kualitas hafalan bacaan dan pemahaman keislaman para calon mahasiswa ini," ujar Ibnu Khaldun dalam pengarahan resminya.

Upaya penguatan karakter ini dimulai dengan tradisi khataman Al-Qur'an massal sebelum proses tes berlangsung. Langkah tersebut diambil sebagai implementasi dari visi integrasi Iman dan Taqwa (Imtaq) dengan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek). Pihak kampus meyakini bahwa pondasi etika merupakan variabel penentu keberhasilan akademik di masa depan.

Dari sisi infrastruktur, lembaga pendidikan yang menginjak usia 19 tahun ini melaporkan percepatan signifikan dalam pengembangan sumber daya manusia. STKIP Taman Siswa Bima tercatat sebagai salah satu kampus dengan pertumbuhan jumlah dosen bergelar Doktor tercepat di kawasan tersebut, sebuah modalitas yang diklaim menjadi daya tarik utama bagi pendaftar.

Sekretaris Yayasan Sudirman Taman Siswa Bima, Buhari, M.M., mengungkapkan bahwa pengembangan fasilitas fisik kini diarahkan untuk mendukung ekosistem pendidikan yang lebih inklusif. Salah satu proyek yang telah rampung adalah pembangunan lapangan bola mini yang terintegrasi dengan arena atletik untuk menunjang prestasi non-akademik.

"Kami terus berusaha menyediakan layanan dan fasilitas pembelajaran untuk peningkatan mutu. Kedepannya, kampus ini diproyeksikan menjadi pusat kebugaran dan olahraga bagi siswa SMA di Kabupaten Bima melalui peningkatan volume dan kualitas kompetensi atletik," kata Buhari menjelaskan arah pengembangan sarana kampus.

Sementara itu, Ketua Panitia PMB 2026, Muhammad Ajwar, M.Pd., menyatakan optimisme bahwa jumlah pendaftar akan meningkat pada Gelombang II. Ia menekankan bahwa publikasi mengenai capaian kampus, terutama peran Kabupaten Bima sebagai percontohan kualitas guru dalam pengangkatan ASN P3K, menjadi faktor pendorong minat calon mahasiswa.

"Kami terus mempublikasikan capaian kampus untuk memastikan kepercayaan publik. Kami yakin orang tua akan merasa tenang menitipkan anaknya di lembaga yang memprioritaskan etika dan karakter. Mahasiswa harus mampu menunjukkan kapasitas maksimal mereka sejak tahap seleksi wawancara ini," tutur Ajwar menutup keterangannya. (Tim)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama