DONGGOVOICE.com I Dompu, 310826 - Serah terima jabatan ( Sertijab ) Kepala SDN. 29 Dompu antara Hj. Fatmah, S. Pd. ( Lama ) ke Mawardin, S. Pd. ( Plh ) berlangsung penuh haru usai upacara pagi Senin berlangsung di halaman sekolah setempat Senin, 31/8/2026.
Acara Sertijab tersebut melibatkan seluruh komponen yang ada di sekolah setempat diawali dengan penyerahan dokumen sekolah dari Hj. Fatmah, S. Pd. kepada Plh. Kepala SDN. 29 Dompu, Mawardin, S. Pd.
Ket.gambar: Hj. Fatmah, S. Pd dan Plh. Mawardin, S. PdHj. Fatmah dalam amanat terakhirnya mengungkapkan bahwa "Dokumen dan administrasi sekolah sudah tersedia di lemari sekolah kemudian catatan yang diserahkan pada hari ini berupa: Dokumen administrasi sekolah, Laptop dalam kondisi baik, Program sekolah, Data peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan, Dokumen keuangan dan pertanggung jawaban keuangan sekolah berupa: Saldo Dana BSOP Reguler 2026 Tahap 2 kosong ( Nol ), Saldo Dana BOS Kinerja 2026 ( Rp. 22.500.000 ) serta dokumen sarana dan prasarana serta inventaris)barang milik sekolah seperti : 3 unit Laptop ( kondisi baik ), papan interactive first panel ( IFP ) Digital, 4 buah speaker kecil, 2 buak speaker besar, 2 buah amplifier, 2 LCD baik, 3 buah kipas angin, 1 buah piano baik, 1 set peralatan drum band rusak sedang, 5 buah kursi dan 1 meja plastik baik, dokumen kurikulum dan pembelajaran, dokumen Kepegawaian, Dokumen dapodik, kunci ruang dan fasilitas sekolah yang menjadi tanggungjawab kepala sekolah." Sebut mantan Kepala Gender di hadapan dewan guru dan siswa.
"Semua dokumentasi termasuk program kerja kepala sekolah merupakan hak milik SDN 29 Dompu untuk disimpan dan dimanfaatkan sesuai kebutuhan sekolah, namun, Hj. Fatmah mengharapkan pada kepala sekolah baru untuk mampu menciptakan inovasi, kreatifitas serta membuat terobosan baru untuk mengembangkan SDN 29 Dompu menjadi sekolah berkualitas dalam segala hal." Harap istri dari Bambang Hermanto.
Sementara itu, Plh. Kepala SDN 29 Dompu, Mawardin, S. Pd. ditemui Media DONGGOVOICE.com usai Serah terima jabatan di ruang kerjanya mengatakan untuk memajukan sebuah sekolah tergantung sungguh kolaborasi semua komponen yang ada di SDN 29 Dompu termasuk program apa saja tanpa dukungan dari dewan guru, tenaga kependidikan maka itu tidak ada nilainya, maka kerjasama semua pihak sangat dibutuhkan dalam merubah suatu keadaan.
Terkait masalah program kerja, dia mengatakan tergantung kesepakatan bersama dewan guru dalam rapat "Untuk program kerja tergantung kebutuhan sekolah dalam konteks nyata yang ada di sekolah tersebut." Kata Mawar.
Namun ada istilah populer sekarang yang menjadi program nasional , kata Mawardin seperti 7KAIH adalah Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yaitu program pembiasaan perilaku positif untuk anak yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia.
" 7 Kebiasaan Utama: Bangun Pagi: Melatih kedisiplinan waktu dan ritme tubuh, Beribadah: Membentuk fondasi spiritual, kejujuran, dan integritas, Berolahraga: Menjaga kebugaran fisik dan memicu hormon kebahagiaan, Makan Sehat dan Bergizi: Mendukung pertumbuhan anak dan mencegah stunting, Gemar Belajar: Menumbuhkan rasa ingin tahu dan semangat literasi, Bermasyarakat: Mengasah empati dan mengurangi ketergantungan pada gawai, Tidur Cepat: Memastikan istirahat optimal demi fungsi kognitif yang baik." Kata Mawar.
Ket.gambar: suasana siswa saat pelepasanPantauan Media ini di SDN 29 Dompu selama proses Sertijab mulai dari awal hingga akhir memang suasana haru menyelimuti perpisahan antara mantan kepala sekolah dengan dewan guru, tenaga kependidikan serta seluruh siswa, Isak tangis siswa, guru menyertai kepergian sosok wanita trampil tersebut. Apalagi saat foto bersama seluruh siswa seakan-akan para siswa tidak ingin lepas dari pelukan sang mantan ibu asuhnya. Begitu pula dewan guru tak mampu menahan rasa haru, terlihat air mata merekapun menetes bahkan luapan tangis seisi lapangan SDN 29 Dompu pecah.
Dan paling menyedihkan ketika Hj. Fatmah meninggalkan lingkungan sekolah, makin terdengar suara tangis seluruh siswa sembari mengatakan "ibu ibu ibu jangan pergi tinggalkan kami" sahut siswa disertai Isak tangis dengan penuh air mata. Reporter: Hambaly Ama La Beby


