Pertolongan Pertama Saat Remaja Alami Kecemasan, Ini Yang Orang Tua Lakukan

Sudah banyak diketahui bahwa masa remaja adalah masa yang penuh dengan dinamika. 

Di fase ini perubahan fisik, sosial maupun psikologis individu berlangsung serba cepat. 

Sering karena perubahan cepat yang terjadi membuat remaja berada dalam posisi sulit.

Salah satu kesulitan yang dihadapinya adalah memprediksi apa yang harus diperbuat terkait dengan perubahan yang terjadi. 

Ketidakmampuan remaja memprediksi apa yang seharusnya diperbuat saat menghadapi perubahan membawa dampak munculnya berbagai kecemasan. 

Kecemasan yang terjadi merupakan reaksi langsung dari adanya kesulitan menentukan strategi dalam menghadapi perubahan yang terjadi. 

Saat remaja mengalami kecemasan sebagai dampak kurang adaptifnya mereka menghadapi perubahan yang terjadi tindakan pemberian pertolongan pertama sangat diperlukan. 

Disinilah peran orang tua dibutuhkan. Pertolongan pertama yang diberikan orang tua saat remaja dalam keadaan mengalami kecemasan membuat mereka dapat menjadi sosok yang tangguh dan adaptif dengan perubahan yang terjadi. 

Tindakan Pertolongan Pertama Ketiga Terjadi Kecemasan

Menjadi pendengar dulu, bukan menghakimi. Remaja akan lebih terbuka kalau mereka merasa nggak dihakimi. 

Tanyakan kepada mereka "kamu lagi kepikiran apa?" hindari dengan langsung mengatakan "Jangan dipikirin".

Saat berinteraksi hindari kalimat "ah lebay" atau "Gitu aja cemas". Dengan model pertanyaan seperti ini bukan membuat cemasnya hilang justru bikin cemasnya numpuk.

Ungkapkan dengan "Aku mengerti kamu capek/ takut. Wajar kok kalau kamu ngerasa begitu".

Berikan waktu untuk bisa tidur dengan cukup, makan teratur, olahraga ringan, dan batasi screen time. 

Ketiga hal tersebut bila diterapkan berpengaruh besar ke hormon cemas. Ajak mereka jalan sore atau olahraga bareng biar nggak kerasa maksa.

Ajak mereka berlatih mengelola napas dengan baik dan teratur atau memecah masalah besar jadi langkah kecil. 

Dalam melatih pernapasan ini bisa dengan membuatkan jadwal berlatih secara rutin antara 25 hingga 30 menit. 

Menjadi contoh dalam penangan stres yang sehat. Dalam hal pengelolaan stres remaja meniru orang tuanya. 

Kalau orang tua panik dan melampiaskan ke HP/TV terus, mereka juga belajar begitu. Tunjukkan cara orang tua tenangkan diri.

Batasi pemicu tanpa mengisolasi. Bisa berupa berita negatif, perbandingan di medsos, atau jadwal les yang terlalu padat.

Dari gambaran yang diberikan ajak mereka berdiskusi "dari serita tersebut bagian mana yang bikin mereka merasa paling berat".

Beri pujian untuk usaha, bukan hanya hasil. Memberikan pujian atas usaha baik yang telah dilakukannya akan dapat menenangkan pikirannya.

Kalau kecemasan yang terjadi sudah menganggu tidur, makan, sekolah paling kurang 2 minggu, atau ada pikiran menyakiti diri, ajak berkonsultasi ke psikolog. Ini bukan kelemahan namun menjadi bagian dari dukungan orang tua agar remaja terus survive.

Dalam keadaan mengalami kecemasan ini remaja butuh merasa dilihat, didengar, dan nggak sendirian ngadepin cemasnya. 

Tunjukan atau praktekanpoin-poin penting tersebut saat remaja mengalami kecemasan. 

Oleh: Firmansyah, S.Psi., M.MKes. Pengamat Sosial dan Tumbuhkembang Anak Remaja.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama