Kejadian terbaru terkait aksi pemanahan liar yang juga diduga dilakukan anak remaja diberitakan terjadi Rabu Malam, 24/06/26.
Dalam berita online disebutkan kejadian pemanahan liar oleh remaja terjadi di Lingkungan Jado Kelurahan Dorotangga.
Munculnya aksi premanisme ini membuat banyak pihak turut prihatin terutama para orang tua dan bahkan mengecam tindakan ini sebagai keadaan darurat kenakalan anak remaja.
Mengapa tindakan pemanahan liar yang membuat orang lain jatuh korban bahkan kehilangan nyawa mudah terjadi.
Adakah hal yang salah tengah terjadi dalam diri anak remaja kita. Mengapa tindakan pemanahan liar yang berdampak merugikan bagi orang lain yang diambil. Bila ingin menyelesaikan sebuah persoalan tidak adakah cara lain yang yang lebih bijak (elegan) untuk dilakukan?
Mencegah anak remaja dari tindakan yang berdampak merugikan bagi keselamatan diri bahkan orang lain semisal melakukan pemanahan liar perlu dilakukan.
Salah satu cara mencegah anak remaja dari tindakan berdampak membahayakan bagi keselamatan jiwa adalah dengan melatih mereka memiliki kemampuan dalam hal Menatakelola emosi.
Emosi yang tumbuh liar dan tidak tertatakelola (dimanage) dengan baik dan terarah akan dapat memicu anak remaja bertindak negatif. Ketidakmampuan dalam mamanage emosi ketika dihadapkan pada persoalan yang dirasa menodai jati diri (eksistensi) membuat mereka gampang tersulut melakukan tindakan yang brutal (tanpa kontrol).
Sebaliknya anak remaja yang sejak dini (dari awal) oleh lingkungannya orang tua terutama diberikan pelatihan, bimbingan ataupun asuhan yang memadai dalam menatakelola emosi sehingga berjalan baik dan terarah membuat anak remaja memiliki kemampuan dalam membedakan mana tindakan yang baik dan mana tindakan yang buruk.
Memiliki kemampuan menata kelola emosi (regulasi emosi) sangat krusial untuk menciptakan hidup yang seimbang.
Manfaat utama dari adanya kemampuan dalam me-manage emosi mencakup peningkatan kesehatan mental, pengambilan keputusan yang lebih bijak, serta kemampuan membangun hubungan sosial yang sehat dan bebas dari konflik destruktif.
Beberapa kebaikan yang bisa dirasakan anak remaja ketika mereka memiliki kemampuan dalam menatakekola emosinya diantaranya adalah;
Anak remaja akan terhindar dari tindakan impulsif yang sering kali disesali di kemudian hari, sehingga setiap langkah yang diambil lebih terarah dan logis.
Mengurangi risiko stres berkepanjangan dan kecemasan, serta menghindarkan diri dari perasaan marah, sedih, atau frustrasi yang berlarut-larut.
Anak remaja akan lebih mampu mengatasi hambatan sosial dan menghindari miskomunikasi dengan orang lain.
Membantu anak remaja lebih mudah beradaptasi dengan perubahan atau situasi sulit, serta mencegah burnout atau kelelahan mental.
Kesadaran emosi anak remaja dapat menciptakan suasana yang mendukung dan menenangkan bagi orang-orang di sekitarnya.
Demikian, mudah-mudahan ada manfaatnya bagi kita semua untuk mencegah anak remaja berperilaku negatif.
Oleh: Firmansyah, S. Psi., M.MKes
