Ketua TP. PKK Dompu Tangani Stunting Dengan Edukasi dan Bagikan Bantuan Telur

Dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting Ketua TP. PKK Kabupaten Dompu bersama jajarannya kerap turun ke lapangan untuk memberikan edukasi dan bahkan memberikan bantuan berupa telur kepada masyarakat rentan stunting.

Kegiatan inilah yang dilakukan Ketua TP. PKK Kabupaten Dompu, Onti Farianti Bambang Firdaus bersama jajarannya di Desa Saneo Kecamatan Woja, Sabtu (23/05/26).

Di kegiatan yang bertajuk Edukasi Gizi dan Kesehatan Bagi Pengasuh Balita dan Ibu Hamil ini Ketua TP. PKK, Nyonya Onti Farianti Bambang Firdaus memberikan edukasi terkait stunting dan bantuan telur.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi Pokja PKK dengan Dinas Kesehatan dan aparat terkait lainnya dalam upaya penanggulangan dan pencegahan stunting. 

Dalam kegiatan yang berlangsung Mami Onti sapaan akrab Ketua TP. PKK menyebutkan pencegahan stunting menjadi hal penting untuk dilakukan semua pihak. 

Menurutnya mencegah dan menanggulangi stunting secara dini adalah ikhtiar bersama dalam menyiapkan SDM unggul bagi bangsa dan daerah. 

"Hadirnya SDM yang unggul bagi bangsa dan daerah menjadi dambaan kita bersama oleh karena itu harus dipastikan generasi kita tumbuh Dengan keadaan yang sehat dan bebas dari stunting," tuturnya.

Dalam kesempatan edukasi ini juga menghadirkan ahli gizi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Aminuddin, S.Gz. Dalam edukasinya Amiruddin menyampaikan materi Cara Pencegahan Stunting. 

Aminuddin menyebutkan stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bawah lima tahun) akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Dia menjelaskan indikator utama seorang anak sedang mengalami stunting di antaranya;

Bisa dilihat dari tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan standar normal anak-anak diusia yang sama (di bawah -2 SD dari median standar WHO).

Stunting bersifat kronis (jangka panjang), bukan akut (mendadak seperti wasting/kurus).

Stunting BUKAN hanya soal "pendek". Stunting adalah gangguan pertumbuhan otak dan tubuh yang dampaknya permanen jika tidak ditangani sejak dini.

Anak yang stunting mungkin terlihat "gemuk" atau normal, tetapi tinggi badannya tidak sesuai usia. Oleh karena itu, pengukuran tinggi badan rutin sangat penting.

Stunting adalah masalah serius yang dapat dicegah. Kunci utamanya adalah Gizi Seimbang, Sanitasi Bersih, dan Layanan Kesehatan yang diakses sejak dini (bahkan sebelum hamil).

Menurut Aminuddin atau akrab disapa Dae Emo ini mencegah dan menanggulangi stunting Itu jauh lebih penting yang di mulai dari usia 1.000 Hari Pertama Kehidupan. 

"Waktu 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPH) menjadi penekanan penting untuk dilakukan intervensi dalam mencegah dan menanggulangi kasus stunting," tutupnya.

Sumber: Kasubag Pemberitaan Prokopim Setda Dompu, Firmansyah, S. Psi., M.MKes

Editor: Hambaly Ama La Beby

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama