Program ToT Fasilitator Daerah Penguatan Kepemimpinan Satuan Pendidikan ini berlangsung selama tiga hari, 23-25 Mei 2026, di Hotel Aruna Senggigi, Lombok Barat. Agenda strategis ini mempertemukan para ahli dari INOVASI Jakarta, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), serta Kementerian Agama guna mencetak fasilitator yang mampu meningkatkan mutu layanan sekolah secara berkelanjutan.
Langkah ini dinilai krusial di tengah upaya pemerintah melakukan sinkronisasi standar pelayanan minimal di daerah. Penguatan kepemimpinan kepala sekolah dianggap sebagai variabel penentu dalam menerjemahkan data rapor pendidikan menjadi kebijakan operasional di tingkat sekolah yang lebih inklusif dan akuntabel.
Pada fase awal kegiatan, peserta melakukan observasi langsung ke sejumlah sekolah di wilayah Lombok Barat untuk membedah masalah manajerial secara riil. Setelah kunjungan lapangan, materi difokuskan pada penguatan fundamental kepemimpinan serta integrasi prinsip Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial (GEDSI) ke dalam sistem pembelajaran.
Memasuki hari kedua, fokus beralih pada aspek teknis birokrasi dan data. Peserta melakukan pembedahan mendalam terhadap rapor pendidikan sebagai instrumen evaluasi diri sekolah. Analisis ini dilanjutkan dengan perancangan siklus peningkatan mutu yang terukur, guna memastikan perbaikan sekolah tidak bersifat sporadis namun terlembagakan.
Fase penutup pada hari ketiga melibatkan simulasi fasilitasi langsung kepada kepala sekolah. Simulasi ini bertujuan untuk menguji kemampuan para calon fasilitator daerah dalam mengomunikasikan strategi perubahan. Selain itu, disusun pula Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang akan diimplementasikan di tingkat kabupaten masing-masing utusan.
Kolaborasi multipihak antara INOVASI Jakarta dan kementerian terkait menekankan pada standarisasi fasilitasi. Dengan melibatkan unsur akademisi dari STKIP Taman Siswa Bima, diharapkan terjadi transfer pengetahuan yang lebih cepat antara perguruan tinggi dan praktisi pendidikan di lapangan.
Implementasi pasca-pelatihan akan dipantau melalui eksekusi RTL di tiap daerah. Para fasilitator ini memegang tanggung jawab untuk mendampingi pengawas dan kepala sekolah dalam menyusun strategi peningkatan layanan pendidikan yang responsif terhadap kebutuhan siswa dan perkembangan zaman.
Keberadaan fasilitator daerah yang kompeten diproyeksikan mampu memangkas kesenjangan mutu antar-sekolah. Melalui pendekatan kepemimpinan yang berbasis data rapor pendidikan, target pemerintah untuk mencapai pemerataan kualitas pendidikan nasional diharapkan dapat terealisasi lebih cepat di level akar rumput.
"Kegiatan ini memberikan banyak perspektif baru yang dapat langsung diterapkan dalam memfasilitasi kepala sekolah dan pengawas agar mampu menjadi pemimpin yang mengutamakan mutu layanan berkelanjutan," ujar Dr. Rabwan Satriawan, M.Pd. Reporter: Fiq
