Peringatan Dini Cuaca 3 Hari NTB, 22–24 Februari 2026

DONGGOVOICE.com I Mataram, 210226 -  Waspada Banjir Bandang hingga Angin Kencang, Berdasarkan informasi terkini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) berpotensi mengalami peningkatan cuaca ekstrem selama tiga hari ke depan, terhitung mulai 22 hingga 24 Februari 2026. 

Kondisi atmosfer yang tidak stabil memicu potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di sejumlah wilayah.

Potensi Dampak yang Perlu DiwaspadaiBMKG mengingatkan bahwa cuaca ekstrem tersebut dapat menimbulkan berbagai dampak kebencanaan, antara lain:

Banjir bandang di wilayah dataran rendah dan sekitar aliran sungaiTanah longsor di daerah perbukitan dan lereng rawan, Genangan air di kawasan permukiman dan pusat kota.

Angin kencang yang berpotensi merobohkan baliho dan pohon, Kilat/petir yang membahayakan aktivitas luar ruang, Berkurangnya jarak pandang, terutama saat hujan lebat

Wilayah dengan topografi berbukit serta daerah dengan sistem drainase kurang optimal diimbau meningkatkan kewaspadaan. 

Selain itu, masyarakat pesisir juga diminta memperhatikan potensi gelombang tinggi yang dapat memengaruhi aktivitas nelayan dan transportasi laut.

Imbauan kepadaMasyarakat NTB diminta untuk:Memantau informasi resmi dan pembaruan cuaca dari BMKG.

Menghindari aktivitas di sekitar bantaran sungai saat hujan deras.Waspada terhadap potensi longsor di daerah tebing dan lereng curam.Mengamankan barang-barang yang mudah terbawa angin kencang.

Tidak berteduh di bawah pohon saat terjadi hujan disertai petir.Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan dan koordinasi dalam mengantisipasi potensi dampak cuaca ekstrem ini.

BMKG menegaskan bahwa kondisi cuaca bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu. Oleh karena itu, kewaspadaan dan kesiapan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam meminimalkan risiko serta dampak bencana hidrometeorologi di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Sumber:  Group BMKG  dan Sahabat Tangguh Bencana  Kabupaten Bima. (*)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama