Safari Ramadhan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Bima, dr.H. Irfan Zubaidy didampingi para kepala dinas, unsur badan, Camat Wera, kepala desa, kepala UPTD, kepala sekolah se-Kecamatan Wera, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat. Kehadiran jamaah yang memadati masjid menunjukkan antusiasme masyarakat dalam menyambut kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati mengajak masyarakat menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Umat Islam diimbau untuk memperbanyak istighfar, tadarus Al-Qur’an, serta meningkatkan kualitas ibadah guna meraih derajat hamba yang muttaqin.
Momentum satu tahun kepemimpinan, menurut keduanya, merupakan amanat undang-undang sekaligus kepercayaan rakyat yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Mereka berharap diberikan kesehatan dan kekuatan untuk terus menghadirkan perubahan nyata, membawa Kabupaten Bima menjadi lebih baik, lebih maju, serta memberikan manfaat luas bagi Dou Labo Dana Mbojo.
Wakil Bupati juga menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di Kecamatan Wera. Menyikapi berbagai dinamika sosial yang terjadi belakangan ini, ia mengajak masyarakat untuk merespons setiap persoalan dengan kepala dingin, hati yang tulus, dan sikap saling menghargai. Menurutnya, menjaga stabilitas daerah merupakan tanggung jawab bersama.
Di tengah kebijakan efisiensi dan keterbatasan fiskal anggaran, Pemerintah Kabupaten Bima tetap berkomitmen mendukung program pemerintah pusat dan program Presiden. Dengan kondisi anggaran yang terbatas, pemerintah daerah akan menerapkan skala prioritas, terutama pada program-program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, seperti pembangunan infrastruktur, sektor pendidikan, kesehatan, serta layanan teknis lainnya.
“Kita akan menerapkan skala prioritas,” tegas amanat Bupati yang di sampaikan Wakil Bupati, seraya memastikan bahwa seluruh kebijakan yang diambil tetap berorientasi pada kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bima.
Sumber: Prokopim Setda Bima. (*)
