Dosen STKIP Taman Siswa Bima Bidik Pendanaan Riset Global Melalui Skema Horizon Europe dan JSPS

DONGGOVOICE.com I Makassar, 120626 – Dua dosen STKIP Taman Siswa Bima resmi terpilih mengikuti Workshop Peningkatan Kapasitas Peneliti Menuju Hibah Internasional yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) di Universitas Islam Indonesia, Makassar, 9-12 Juni 2025. Partisipasi ini menandai langkah taktis institusi pendidikan daerah untuk menembus dominasi riset global dan mengamankan pendanaan dari lembaga donor internasional.

Kegiatan yang diikuti oleh para dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat kapasitas akademik, memperluas jejaring kolaborasi internasional, serta meningkatkan peluang dosen dalam memperoleh pendanaan penelitian berskala global.

Dua dosen STKIP Taman Siswa Bima yang mengikuti kegiatan tersebut adalah Dr. Mariamah, M.Pd., dosen Program Studi Magister Pedagogi, dan Dr. Nanang Diana, M.Pd., yang aktif dalam bidang penelitian dan pengembangan akademik. Kehadiran keduanya merupakan bentuk keseriusan institusi dalam mendorong budaya riset yang unggul dan berorientasi internasional.

Dalam sambutannya pada pembukaan kegiatan, pihak penyelenggara menegaskan bahwa pelatihan semacam ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan investasi masa depan bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia perguruan tinggi. Dosen didorong untuk meningkatkan kapasitas akademik dan profesionalnya agar mampu berkontribusi lebih besar melalui penelitian yang berdampak luas bagi masyarakat.

Selama workshop, peserta memperoleh berbagai materi penting terkait strategi memperoleh hibah internasional. Salah satu narasumber, Ibu Astari, menjelaskan bahwa dosen Indonesia perlu mulai berani keluar dari zona nyaman dengan tidak hanya bergantung pada hibah internal maupun nasional, tetapi juga aktif bersaing dalam berbagai skema pendanaan internasional seperti Horizon Europe, program dari Japan Society for the Promotion of Science (JSPS), hibah dari Gates Foundation, serta berbagai lembaga donor internasional lainnya.

Peserta juga dibekali pemahaman mengenai karakteristik proposal hibah yang kompetitif, mulai dari pentingnya kejelasan tujuan penelitian (clarity of purpose), koherensi antarbagian proposal (coherence), penyampaian kebaruan penelitian secara proporsional, hingga kemampuan menyusun proposal yang spesifik dan realistis sesuai kebutuhan penyandang dana.

Selain itu, narasumber menekankan pentingnya membangun jejaring riset internasional yang berkelanjutan. Kolaborasi dengan mitra luar negeri dinilai menjadi salah satu kunci utama dalam meningkatkan peluang memperoleh hibah internasional, sekaligus memperluas dampak penelitian melalui publikasi bereputasi, inovasi, maupun kontribusi terhadap penyelesaian berbagai persoalan global.

Dr. Mariamah, M.Pd., menyampaikan bahwa pengalaman mengikuti workshop tersebut memberikan wawasan baru mengenai strategi penyusunan proposal penelitian yang mampu bersaing di tingkat internasional.

"Kegiatan ini membuka perspektif kami bahwa dosen daerah juga memiliki peluang yang sama untuk memperoleh hibah internasional, asalkan memiliki kesiapan, jejaring kolaborasi, serta proposal yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan donor," ujarnya.

Senada dengan itu, Dr. Nanang Diana, M.Pd., berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama workshop dapat ditularkan kepada dosen-dosen lain di lingkungan STKIP Taman Siswa Bima.

"Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat budaya riset di kampus, meningkatkan kolaborasi internasional, serta mendorong lahirnya proposal-proposal unggulan dari STKIP Taman Siswa Bima yang mampu memperoleh pengakuan dan pendanaan di tingkat global," ungkapnya.

Melalui keikutsertaan dalam workshop ini, STKIP Taman Siswa Bima menunjukkan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi, khususnya di bidang penelitian. Diharapkan, pengalaman dan kompetensi yang diperoleh para dosen dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas riset, kualitas publikasi ilmiah, serta reputasi institusi di tingkat nasional maupun internasional.

Reporter: Fiq

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama