Seorang pelatih salah satu Cabor terpantau tengah sibuk melatih dan mempersiapkan para atletnya untuk tampil disebuah event olahraga. Meningkatkan performa para atlet dalam mengikuti event olahraga yang akan diikuti biasanya para pelatih (mentor) jauh-jauh hari mempersiapkan atletnya.
Berbagai teknik dan pembinaan baik yang sifatnya fisik maupun mental tidak ketinggalan dibekali oleh pelatih.
Mendekati hari "H" atau waktu kompetisi jadwal latihan pun ditambah. Hal ini dilaksanakan dengan satu maksud performa para atlet bisa meningkat.
Namun dalam masa pembinaan yang dilakukan ada satu hal yang dirasa aneh oleh pelatih terjadi pada atletnya. Menjelang hari "H" pelaksanaan event performa atlet bukannya bertambah akan tetapi mengalami penurunan.
Menurunnya performa atlet di waktu mendekati hari "H" pelaksanaan event olahraga tidak hanya membingungkan pelatih namun juga akan membuat tim yang ikut terlibat dalam kegiatan pembinaan akan bertanya, mengapa performa atlet menurun dan bagaimana mengatasinya?
Kondisi yang tengah terjadi biasa disebut dengan mental block. Dalam sikon seperti ini performa atlet dapat mengalami penurunan yang signifikan.
Penurunan performa atlet menjelang hari "H" event olah raga yang diikuti tentu saja akan mempengaruhi mental tanding atlet dengan demikian harus dapat diantisipasi dengan baik dan terarah.
Mental block adalah kondisi psikologis di mana seorang atlet tiba-tiba kehilangan kemampuan, fokus, atau kepercayaan diri untuk melakukan gerakan yang sebelumnya sangat dikuasai.
Mental block pada atlet sering dipicu oleh rasa takut gagal, kecemasan kompetitif, atau trauma cedera, sehingga tubuh dan pikiran terasa terputus.
Penyebab Mental Block Pada Atlet
Ada beberapa hal yang bisa jadi penyebab munculnya mental block pada atlet. Beberapa hal yang dapat menjadi pemicu munculnya mental block pada atlet diantaranya adalah;
Ketakutan Berlebih (Fear of Failure)
Takut membuat kesalahan, mengecewakan pelatih/tim, atau tidak memenuhi ekspektasi.
Pengalaman Trauma
Memori cedera masa lalu membuat atlet secara bawah sadar menahan diri untuk melakukan gerakan tertentu.
Kelelahan Mental (Burnout)
Stres berat atau overtraining yang menyebabkan atlet merasa hampa dan kehilangan motivasi.
Kehilangan Orientasi Spasial
Dalam olahraga tertentu (seperti senam atau loncat indah), atlet bisa kehilangan kesadaran akan ruang/arah saat melakukan gerakan akrobatik.
Cara Mengatasi Mental Block Pada Atlet
Dengan munculnya mental block pada atlet ada beberapa solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal tersebut. Adapun beberapa tindakan yang dilakukan di antaranya adalah;
Evaluasi dan Jeda Waktu
Istirahat sejenak untuk meredakan respons stres tubuh. Memaksa atlet dalam keadaan ini justru berisiko meningkatkan cedera.
Visualisasi Positif (Imagery)
Latihan mental dengan membayangkan diri sendiri melakukan gerakan dengan sukses dan sempurna.
Mulai dari Dasar
Pecah gerakan yang sulit menjadi langkah-langkah kecil yang mudah, untuk membangun kembali muscle memory dan kepercayaan diri.
Dukungan Profesional
Jangan ragu melibatkan psikolog olahraga untuk mengidentifikasi pemicu bawah sadar dan melatih ketahanan mental (mental toughness) atlet.
Demikian mudah-mudahan ada manfaatnya pencerahan ini untuk kesuksesan Tim Polprov Kabupaten Dompu tampil mengharumkan nama daerah di Ajang Porprov NTB tahun 2026.
Penulis: Firmansyah, S.Psi., M.MKes