DONGGOVOICE.com I Bima, 200526 - Satu lagi kabar menggembirakan datang dari salah satu dosen STKIP Taman Siswa Bima. Adalah Syarifuddin, S.Pd.,M.App.Ling yang baru saja terpilih dan diundang Pusat Perbukuan Kemendikdasmen RI menjadi tim penelaah Buku teks. Tim ini terdiri dari para akademisi, guru, dan praktisi seluruh Indonesia yang akan menelaah muatan buku teks Tingkat SD, SMP, SMA/SMK sebelum diedarkan ke seluruh sekolah di Indonesia.Syarif Husni, begitu biasa ia dikenal, tidak ujug-ujug langsung terpilih. Penunjukkan dirinya sebagai bagian dari tim telah melalui proses Panjang sejak tahun 2025 akhir. Diawali dgn proses seleksi di Pusat Perbukuan, lalu diikuti dgn Pelatihan atau ToT Penelaah Buku Teks Pendamping (BTP). Setelah dinyatakan lulus dan layak oleh pihak Pusbuk, tahun ini dirinya diundang untuk menjadi tim penelaah BTP Pusbuk tahun 2026.
Menurut mahasiswa Doktor Linguistik Universitas Pendidikan Indonesia tersebut, tugas penelaah Buku Teks Pendamping (BTP) sangat vital. Mereka akan mengkaji dan memberi masukan pada muatan buku teks sebelum diproduksi dan diedarkan ke seluruh sekolah di Indonesia. Semua aspek yang ada dalam buku teks, termasuk isi, tampilan, grafik, dll harus sesuai dengan muatan kurikulum, prinsip pembelajaran, nilai budaya, nilai kebangsaan, dan aspek-aspek terkait lainnya. Dengan demikian, buku teks yang diedarkan adalah buku teks-buku teks yang berkualitas.
Pengalaman panjangnya di dunia pendidikan menjadi portofolio yang lebih dari cukup untuk menembus ketatnya seleksi di Pusat Perbukuan. Mengawali karir sebagai guru Bahasa Inggris tahun 2011 dan terlibat dalam beberapa organisasi profesi dan berbagai pelatihan terkait pembelajaran. Tahun 2015-2019 pernah menjadi kepala sekolah, dan tahun 2022-2024 terlibat di Program Sekolah Penggerak yg mengharuskannya berkeliling dan bertemu banyak guru dan siswa di Pulau Sumbawa. Kiprah tersebut dilanjutkan sebagai Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Inggris di STKIP Taman Siswa Bima. Kini, dosen tetap Prodi PBI tersebut sedang menjalani program Doktor dgn Beasiswa PDDI dari Kemdiktisaintek RI. Reporter: Fiq