Dobrak Batas Standar, Prodi PGSD STKIP Taman Siswa Bima Gelar Webinar "Inside-Out" untuk Cetak Pendidik Masa Depan yang Unggul

​Acara  berlangsung secara virtual melalui platform Zoom Meeting dan dihadiri oleh mahasiswa PGSD semester 2- 6, mahasiswa Prodi PTI, PJKR serta siswa/siswi di sekolah menengah atas yg ada di Kabupaten Bima salah satunya SMA 2 Kota Bima. Peserta mengikuti kegiatan secara  antusias untuk membedah strategi keluar dari zona nyaman sebagai mahasiswa rata-rata.

​Pembukaan dipandu oleh Ainun Fajriani, seorang mahasiswa PGSD berbakat semester II yang bertindak sebagai Master of Ceremony (MC), suasana webinar langsung terasa dinamis. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an yang dilantunkan secara khidmat oleh Muhammad Agam Setiawan, S.Pd. Kehadiran Agam, yang merupakan alumni PGSD sekaligus Qori Terbaik Kabupaten Bima, memberikan nuansa religius yang mendalam sekaligus menjadi bukti nyata bahwa lulusan PGSD memiliki talenta yang luar biasa di berbagai bidang.

Komitmen Kaprodi: Mahasiswa PGSD Harus Menguasai Teknologi dan Personal Branding 

​Apresiasi dan dukungan penuh datang dari Ketua Program Studi PGSD STKIP Taman Siswa Bima, Pak Rizalul Fiqry, M.Pd., dalam sambutan sekaligus pembukaan acara secara resmi. Beliau menegaskan bahwa kehadiran agenda seperti ini merupakan momentum yang sangat luar biasa bagi ekosistem akademik kampus.

​"Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa PGSD dapat memperluas potensi dan kecakapan (skill) mereka. Calon pendidik SD masa kini tidak boleh hanya terpaku pada kemampuan mengajar konvensional, tetapi harus mampu membangun personal branding dengan menciptakan konten-konten edukatif memanfaatkan kecanggihan teknologi yang ada," ujar Pak Rizalul Fiqry, M.Pd. dalam sambutannya.

​Beliau juga menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada para inisiator dan penyelenggara kegiatan, di antaranya Mila Septian Haryati, M.Ed., serta jajaran dosen PGSD lainnya yg turut mendukung berjalannya acara yakni Bu Putri Febrianti,M.Pd., Pak Ady Saputra, M.Pd., Bu Naila Fauziah, M.A., M. dan Bu Anita Nurgufriani, M.Pd., yang telah berkolaborasi menghadirkan ruang belajar eksklusif ini.

Intisari Materi:  Skin Care Saja Tidak Cukup, Perubahan Harus dari Dalam

​Memasuki sesi inti, suasana webinar semakin hangat saat Mila Septian Haryati, M.Ed. mengambil alih jalannya diskusi sebagai moderator. Diskusi inspiratif menghadirkan pembicara utama yakni Muhammad Ainurrizal Al Kahfi, S.Si, seorang Mahasiswa Berprestasi Nasional sekaligus Finalis Clash of Champions Season II by Ruangguru.

​Membawakan topik utama "Breaking the Average: Glow Up Karakter dan Strategi Menjadi Mahasiswa di atas Rata-Rata", Mas Riza mengupas tuntas realitas generasi muda di era modern. Melalui presentasinya yang bertajuk Breaking the Average: Glow Up Karakter dan Strategi Menjadi Mahasiswa di atas Rata-Rata", ia memaparkan tiga tantangan besar yang kerap dihadapi mahasiswa hari ini, yaitu: Prokrastinasi: Kebiasaan menunda tugas hingga menit terakhir akibat minimnya disiplin diri dan manajemen waktu.

​Distorsi Digital: Kehilangan fokus dan motivasi akibat paparan media sosial yang berlebihan setiap hari.

​Krisis Identitas: Rendahnya rasa percaya diri dalam menghadapi persaingan dunia kerja yang kompleks.

​Mas Rizal menegaskan bahwa perubahan sejati tidak dimulai dari lingkungan luar, melainkan dari pembenahan mindset, karakter, dan kontrol emosi. Menurutnya, glow up fisik hanyalah hasil akhir, namun glow up karakter adalah pondasi utama untuk meraih kesuksesan jangka panjang.

​Tiga Langkah Nyata Keluar dari Zona Biasa

​Lebih lanjut, finalis Clash of Champions tersebut membagikan formula konkret mengenai langkah nyata untuk keluar dari zona mahasiswa rata-rata, yang meliputi:

​Mindset Unggul: Mengubah fixed mindset menjadi growth mindset dalam menghadapi setiap tantangan.

​Disiplin Diri: Konsistensi yang menjadi kunci keberhasilan dengan cara disiplin dalam waktu akademik maupun non-akademik.

​Social Relation: Membangun jaringan dan kolaborasi yang sehat dengan sesama mahasiswa, dosen, maupun pihak lainnya.

​Ia juga menyajikan data pendukung mengenai persentase keahlian yang paling dibutuhkan di dunia kerja, di mana kapasitas Kerja Sama, Keterampilan Komunikasi, dan Manajemen Waktu menduduki posisi teratas melampaui kemampuan teknis semata. Menjadi mahasiswa di atas rata-rata dibuktikan bukan hanya lewat perolehan IPK yang tinggi, melainkan keselarasan mutlak antara nilai akademis dan kualitas sikap (attitude). Dan disesi terakhir webinar, Mas Riza berpesan bahwa 1. Hidup hanya sekali, maka berikanlah yg terbaik 2. Apapun yg kita lakukan usahakan tujuan (alasan)nya karena Allah (Tuhan Yang Maha Esa) agar mencapai karakter terbaik yg diharapkan.

​Output Kegiatan

​Melalui webinar ini, prodi PGSD STKIP Taman Siswa Bima berharap dapat terus memantik kreativitas dan menumbuhkan inovasi di kalangan calon guru sekolah dasar. Ketika para calon pendidik ini berhasil mendobrak batas kemampuan rata-rata mereka, maka kualitas pendidikan yang akan mereka salurkan ke generasi masa depan pun akan ikut melesat tinggi. Reporter: Fiq

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama