Ukiran Waktu Dalam Pengabdian


Oleh: Syarifuddin (Feddon)

Diantara riuh dunia yang kerap melupakan, ada langkah-langkah sunyi yang terus berjalan, tanpa sorot, tanpa tepuk tangan, namun sarat harap yang tak pernah padam.

Pernah berdiri sebagai sukarela, mengabdi tanpa janji kepastian, memberi tanpa meminta balasan, hanya percaya bahwa ketulusan takkan sia-sia.

Hari-hari dilalui dengan berbagai warna, diwarnai lelah yang kerap tak terlihat, namun setiap tugas dijalani sepenuh jiwa,  seolah itulah panggilan hidup yang paling bermakna.

Waktu bergulir, perlahan membuka ruang, dari yang tak bernama menjadi yang diakui, status honorer pun disandang dengan bangga, meski tetap diuji oleh batas dan ketidakpastian.

Tak sedikit keraguan datang menyapa, tak jarang pula harapan terasa rapuh, namun keyakinan tetap dijaga dalam diam, bahwa setiap usaha akan menemukan jalannya.

Hingga pada akhirnya, penantian itu berbuah, sebuah pengakuan yang lama dinanti, diangkat sebagai ASN P3K penuh waktu, bukan sekadar capaian, melainkan penghormatan atas ketekunan.

Ini bukan hanya tentang perubahan status, melainkan tentang perjalanan panjang yang terbayar, tentang kesabaran yang diuji puluhan tahun dalam pengabdian, dan tentang keberanian untuk terus bertahan.

Semoga kisah ini menjadi pengingat, bahwa di balik setiap keberhasilan, ada cerita panjang yang penuh pengorbanan, yang layak dihargai, dipahami, dan dihormati.

Karena pada akhirnya, setiap pengabdian yang tulus  akan menemukan tempatnya di lembar sejarah yang paling bermakna.

Namun kisah ini belum usai di sini, sebab di luar sana masih banyak langkah yang berjuang, teman-teman yang tetap setia mengabdi, meski belum sampai pada titik yang sama.

Untuk kalian yang masih menunggu waktu, yang sabarnya terus diuji hari demi hari, jangan biarkan harap itu redup, jangan izinkan lelah mematahkan mimpi.

Percayalah, setiap pengabdian memiliki jalannya, setiap ketulusan punya waktunya sendiri, tak ada perjuangan yang benar-benar hilang, selama hati tetap teguh dan langkah tak berhenti.

Mari terus berjalan, saling menguatkan, bukan saling membandingkan perjalanan, sebab setiap cerita memiliki waktunya, dan setiap usaha layak menemukan penghargaan.

Karena pada akhirnya, yang bertahan dengan tulus dan penuh kesabaran, akan menemukan dirinya terukir indah di lembar sejarah yang penuh kebanggaan.

Penulis: ASN PPPK Pada Sub Bagian Komunikasi Pimpinan Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Dompu.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama