Ketua MUI Kabupaten Dompu: Kunci Ibadah Haji "Sabar"

DONGGOVOICE.com I Dompu, 190426 - Ketua MUI kabupaten Dompu, Drs. H. Nasuhi, M.Si memberi gambaran tentang ibadah haji dalam rangka keberangkatan tamu Allah, Burhan Bin H. Abdurahman ke tanah suci musim haji 1447 H/tahun 2026.

H. Nasuhi disambut beberapa calon jamaah haji dan para undangan di Gedung Serba Guna desa Rora Kecamatan Donggo Bima Ahad, 19/4/2026. 

Drs. H. Nasuhi sebelum memaparkan intisari dari manasik haji tersebut, dirinya melakukan sharing experience ( berbagi pengalaman ) dengan colleganya ketika sama-sama berangkat ke tanah suci tahun 2016. Sosok pria bersahaja itu menceritakan pengalaman selama berada di Makkah tatkala itu bersama sahabatnya dari Donggo. Dan dia mengakui kekaguman pada warga Donggo karena memiliki banyak 'ilmu'. "Saya kagum pada warga Donggo banyak 'ilmu', katanya saat mengawali manasik haji. 

Dalam momen kurang lebih satu jam memberi manasik haji, Ketua MUI juga wartawan senior itu dalam uraiannya menyebutkan bahwa kata kunci dalam ibadah haji adalah "Sabar". Sabar pada segala hal diantaranya ada tiga faktor yaitu:  dalam berhaji tidak boleh fasik seperti dikutip dalam QS. Al-Baqarah 297  yang maksudnya "Musim haji itu (berlangsung pada) bulan-bulan yang telah dimaklumi. Siapa yang mengerjakan (ibadah) haji dalam (bulan-bulan) itu, janganlah berbuat rafaṡ, berbuat maksiat, dan bertengkar dalam (melakukan ibadah) haji. Segala kebaikan yang kamu kerjakan (pasti) Allah mengetahuinya. Berbekallah karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat."

"Larangan berbuat fasik (fusuq) saat haji dan dalam Al-Qur'an (QS. Al-Baqarah: 197) tersebut merujuk pada bentuk maksiat, mencaci, atau perbuatan melanggar hukum Allah. Hal tersebut berlaku selama ihram untuk menjaga kesucian haji, mengurangi pahala, dan melemahkan iman. 

Larangan "Rafats, Fusuq, Jidal" : Berbuat dosa, maksiat, mencaci, dan melanggar perintah agama.

Rafats: Perkataan jorok, berahi, atau berhubungan suami istri dan Jidal:;bantah-bantahan, selisih paham hingga menimbulkan kekacauan selama ibadah haji berlangsung. 

"Hal tersebut merupakan kunci memperoleh haji mabrur dan Para Jamaah harus berkonsentrasi  pada nawaitu ibadah serta mampu menjaga lisan serta perilaku selama di Tanah Suci." Tutur H. Nasuhi. Reporter: Hambaly Ama La Beby

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama