Penyambutan Peringatan Hari Jadi Kabupaten Dompu dibawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE dan Syirajuddin, SH berjalan semarak dan meriah.
Menyemarakan dan memeriahkan agenda tahunan tersebut berbagai kegiatan dilaksanakan Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu.
Berbagai kegiatan yang diagendakan tersebut adalah Karnaval Budaya, Festival Literasi Budaya Dompu, Dompu Melayani, Bersih Semesta dan Indonesia Asri.
Launching Program Kambeke Ana, Dompu Bermunajat, Acara Puncak, Ziarah Makam Sultan Dompu dan Malam Expo Dompu Maju.
Meriah dan semaraknya rangkaian kegiatan yang dilaksanakan jelang Peringatan Hari Jadi Kabupaten Dompu Ke-211 mendapat beragam respon (tanggapan) dari warga Kabupaten Dompu.
Hambaly, S.Pd ( Ama La Beby ) seorang pensiunan guru yang juga salah seorang jurnalis kawakan memberikan tanggapan seperti ini terkait kegiatan penyambutan Hari Kabupaten Dompu Ke-211.
menurutnya Pawai Budaya yang digelar dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun Kabupaten Dompu Ke-211 beberapa hari lalu berjalan meriah dan semarak.
Walau dalam keadaan hujan deras kegiatan itu terus berlangsung dan mendapat sambutan yang hangat dari para peserta yang mengikuti kegiatan yang berlangsung.
Dengan kuasa Allah menurunkan hujan hingga Rahmat tersebut bukan menjadi halangan bahkan menambah kesejukan di tengah semangatnya para kafilah mengikuti event tahunan bagi masyarakat Dompu ini.
Dikatakannya sepanjang Jalan Protokol mulai dari RTH Karijawa hingga finish di depan arena Car Free Day terbentang lebih kurang sepuluh ribu peserta pawai dengan mengenakan beragam busana adat masing-masing mewarnai event tersebut kendati hujan mengguyur Bumi Nggahi Rawi Pahu.
Kafilah dari berbagai elemen adat dan budaya tidak menjadikan mereka sebagai rintangan, semangat kebersamaan dibawah payung "Dompu Maju" tak akan lekang karena matahari dan tak beku karena hujan.
Semangat partisipasi masyarakat Dompu luar biasa memberikan tenaga dan power of force untuk kelangsungan hidup Berbudaya.
"Nilai budaya, adat istiadat perlu digali dan dijawantahkan dalam kehidupan bermasyarakat karena warisan budaya menjadi khasanah bernilai tinggi bagi peradaban manusia," tutupnya.
Warga Kabupaten Dompu lainnya yang juga ikut merespon kegiatan Penyambutan Hari Jadi Kabupaten Dompu datang dari Ida Farida, S. S.Pd., Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Dompu yang juga seorang pendidik.
Dalam hal ini Ida Farida, S.Pd yang juga istri seorang jurnalis kawakan ini menyoroti dilaksanakannya kegiatan Festival Literasi Budaya.
Menurutnya Festival Literasi Budaya Dompu yang diselenggarakan Dinas Dikpora Kabupaten Dompu dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Dompu Ke-211 merupakan langkah nyata dan strategis dalam merawat jati diri daerah.
Melalui lomba pidato, puisi, dan tari berbahasa serta bernuansa budaya Dompu, masyarakat tidak hanya menyaksikan kreativitas generasi muda, tetapi juga menanamkan rasa bangga terhadap warisan leluhur.
Dia menjelaskan sebagai Ketua IGI Dompu, saya memandang kegiatan dimaksud sangat selaras dengan visi Kabupaten Dompu, yaitu Berbudaya.
"Di tengah derasnya arus teknologi dan globalisasi, budaya lokal tidak boleh hanya menjadi cerita masa lalu, tetapi harus tetap hidup, tumbuh, dan diwariskan kepada anak-anak kita", ujarnya.
Budaya adalah identitas Dou Dompu. Ia harus dijaga, dirawat, dan diajarkan secara berkelanjutan. Kegiatan seperti ini menjadi ruang penting untuk memastikan bahwa generasi muda tidak kehilangan akar, tetapi justru semakin kokoh berdiri dengan nilai-nilai budayanya sendiri katanya mengakhiri penyampaiannya.
Penulis: Kasubag Pemberitaan Prokopim Setda Dompu, Firmansyah, S. Psi., M. MKes


