Oleh H Mustahid H Kako
Empat "TA" yang dapat membuat seseorang, terutama pejabat, tidak dipercaya rakyat dan berpotensi merusak karir
1. *DuiTAn* (duit/uang): Pejabat yang memiliki banyak uang bisa saja dihabiskan untuk biaya dan berfoyak-foyak dengan waniTA simpanan, miras, basuk bar dll, akhirnya berpengaruh pada reputasi atau jabatan.
2. *JabaTAn* (jabatan): Penyalahgunaan kekuasaan atau jabatan untuk kepentingan pribadi dapat merusak reputasi dan kepercayaan publik. Karena jabatannya atau kekuasaannya bertindak semena-mena untuk meraup kepentingan tertentu termasuk main waniTA
3. *WaniTA* (wanita): tak sedikit oknum pejabat rusak reputasinya bahkan berdampak pada prahara rumah tangganya, penyebabnya ada duiTAn dan jabatannya, Skandal atau selingkuh dengan wanita lain dapat merusak reputasi dan kepercayaan publik.
4. *HarTA* (harta): Kesenjangan antara harta yang dimiliki dengan pendapatan resmi dapat menimbulkan tuduhan korupsi atau penyalahgunaan kekuasaan atau jabaTAn. Tak sedikit gara-gara Wanita dan jabatan, harTA menjadi dampak
Fenomena ini memang terjadi di Indonesia dan dapat berdampak pada karir pejabat.
*Dalil:*
- "Dan janganlah kamu makan harta kamu di antara kamu dengan cara yang batil." (QS. Al-Baqarah: 188)
- "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menunaikan amanat kepada yang berhak menerimanya." (QS. An-Nisa': 58)
*Solusi:*
- Pejabat harus transparan dalam mengelola keuangan dan harta dan hindari waniTA selingkuhan
- Pejabat harus menjalankan amanah dengan jujur dan adil.
- Pejabat harus menjaga integritas dan moralitas.
- Masyarakat harus proaktif dalam mengawasi dan melaporkan penyalahgunaan kekuasaan.
Namun perlu diingat bahwa tuduhan atau gosip harus dibuktikan dengan bukti yang kuat dan tidak boleh disebarkan tanpa dasar.
