Menurut Tasawuf atau Ulama sufi seperti Al-Ghazali dan Ibnu Qayyim membagi lebih halus: "Ruh" tetap dipandang sebagai substansi cahaya dari alam amr (perintah Allah), selalu merindukan kembali kepada Allah. Ia tidak mati, hanya berpindah alam (barzakh).
Nafs / Jiwa adalah medan perjuangan (_mujahadah_). Tugas sufi adalah membersihkan nafs dari tingkat terendah menuju tertinggi: Amarah dikuasai syahwat, Lawwamah mulai sadar dan menyesal, Mulhamah dapat ilham kebaikan, Muthma'innah ialah tenang dan ridha, Radhiyah & Mardhiyah yaitu ridha dan diridhai Allah
"Kamilah" yaitu sempurna. Jadi dalam tasawuf, tujuan hidup bukan sekedar menghidupkan ruh, tapi _menyucikan jiwa agar ruh bisa kembali bersih.
Menurut Psikologi Modern bahwa Psikologi tidak pakai istilah ruh karena itu wilayah agama. Yang dibahas adalah jiwa yang diterjemahkan jadi: Psyche / Mind: kesadaran, pikiran, emosi, memori. Mirip konsep nafs.
Freud membaginya jadi _Id (dorongan dasar "mirip" amarah), Ego_ (pengatur sadar), Superego (hati nurani mirip lawwamah). Sementara Psikologi humanistik (Maslow) bicara tentang aktualisasi diri menuju ketenangan, mirip konsep "Muthmainnah"
Kesimpulan gabungannya:
Agama bilang: Ruh itu pemberian Tuhan, jiwa itu tanggung jawabmu.
Tasawuf bilang: Sucikan jiwamu agar ruhmu pulang dengan tenang.
Psikologi bilang: Kelola pikiran dan emosimu agar jiwamu sehat
